Keterlaluan! Penumpang Ini Minta Pramugari Bersihkan Bokongnya Usai BAB

Anggi Mayasari - wolipop Selasa, 22 Jan 2019 17:03 WIB
Ilustrasi Pramugari. Foto: (iStock) Ilustrasi Pramugari. Foto: (iStock)

Jakarta - Tugas pramugari adalah menjaga keselamatan para penumpang di pesawat dan melayani kebutuhan penumpangnya. Tapi, dalam pekerjaannya itu, ada saja penumpang yang meminta pramugari mengerjakan tugas tak biasa. Seperti yang dialami oleh pramugari Taiwan ini yang diminta untuk membersihkan bokong penumpang.

Pramugari senior dan awak kabin maskapai internasional Taiwan, EVA Air, dilaporkan mengalami trauma setelah seorang penumpang Amerika berusaha memaksa mereka menyeka bokongnya setelah buang air besar. Pramugari senior yang diidentifikasi dengan nama Kuo mengungkapkan dalam konferensi pers baru-baru ini bahwa penumpang membuat permintaan tak masuk akal dari awak kabin yang semuanya wanita pada Sabtu (19/1/2019).

Menurut Kuo, pria itu meminta krunya untuk menarik celananya dan kemudian menyuruh mereka membersihkan bokongnya setelah ia selesai buang air. Seperti dilansir dari Mail Online, penumpang yang tak disebutkan namanya ini digambarkan sebagai Kaukasia dan obesitas, menggunakan kursi roda selama penerbangan dari Los Angeles ke Taipei.

Keterlaluan! Penumpang Ini Minta Pramugari Bersihkan Bokongnya Usai BABPramugari EVA Air trauma setelah ada penumpang memintanya untuk membersihkan bokong setelah BAB.Foto: screenshot youtube


Penumpang pria itu awalnya meminta dipindahkan ke deretan dengan tiga kursi kosong yang tersedia, dan kemudian meminta pramugari untuk membantunya pergi ke toilet. Kuo pun mengungkapkan bahwa pria itu mengatakan tak bisa menggunakan tangan kanannya karena baru pulih dari operasi, dan mengeluh bahwa toilet ekonomi terlalu kecil untuk ia gunakan.

Setelah pramugari mengantar pria itu ke toilet kelas bisnis, ia dilaporkan menuntut agar pintu tetap terbuka untuk sirkulasi yang lebih baik saat ia buang air besar. Namun, pramugari bersikeras untuk menutup pintu. Dia kemudian segera menekan tombol bantuan darurat dan meminta awak kabin untuk menarik celananya.

Keterlaluan! Penumpang Ini Minta Pramugari Bersihkan Bokongnya Usai BABPenumpang pria dari Amerika ini memaksa pramugari agar membersihkan bokongnya. Foto: screenshot youtube


"Aku bilang padanya kita tidak bisa membantunya, tetapi dia mulai berteriak. Dia menyuruh saya masuk ke sana segera dan mengancam akan buang air kecil di lantai," kata Kuo.

"Ketika penumpang membiarkan alat kelaminnya terbuka, salah satu rekan saya membawa selimut dan saya gunakan untuk menutupinya. Tapi, dia sangat marah dan memukul tanganku, mengatakan dia tidak menginginkannya dan hanya ingin aku melepas pakaian dalamnya sehingga dia bisa menggunakan toilet," imbuh Kuo



Awak kabin mengabulkan permintaan tersebut dan meninggalkan lelaki itu sendirian, tapi memanggil pramugari ke toilet lagi dan menuntut untuk dibersihkan. Agar penumpang lain bisa menggunakan toilet, akhirnya pramugari mengenakan tiga pasang sarung tangan lateks dan terpaksa membersihkan bokong penumpang pria itu.

"Dia berkata 'oh, mmm, lebih dalam, lebih dalam,' dan kemudian menuduh pramugari tidak membersihkan bagian belakangnya dengan benar, meminta kami melakukannya lagi," kenang Kuo.

Keterlaluan! Penumpang Ini Minta Pramugari Bersihkan Bokongnya Usai BABPenumpang pria dari Amerika ini memaksa pramugari agar membersihkan bokongnya. Foto: screenshot youtube


Kuo pun menceritakan bahwa pramugarinya itu terpaksa mengulangi tindakan itu tiga kali sebelum penumpang tersebut akhirnya berkata,"Kamu bisa menarik celana saya kembali sekarang,".

Pada sebuah pernyataan maskapai EVA Air menyatakan bahwa anggota stafnya tidak diwajibkan untuk menerima permintaan dari penumpang bahkan mereka yang mungkin membutuhkan bantuan khusus. Maskapai juga mengatakan siap untuk menawarkan bantuan kepada awaknya jika mereka memutuskan untuk menuntut penumpang yang efensif.

Banyak pihak menyesalkan insiden tersebut, bahwa masalahnya adalah sistemik dan berasal dari budaya industri jasa yang mempromosikan pemenuhan setiap permintaan pelanggan. Kisah ini pertama kali beredar di media sosial setelah seorang netizen memposting tentang insiden itu di Facebook, mengutip laporan dari beberapa outlet media Taiwan.
(agm/hst)