Cerita di Balik Pernikahan Rp 600 Miliar di Crazy Rich Asians

Alissa Safiera - wolipop Rabu, 19 Sep 2018 17:30 WIB
Foto: Dok. Crazy Rich Asians Foto: Dok. Crazy Rich Asians

Jakarta - Film paling ditunggu musim ini, Crazy Rich Asians sedang tayang di bioskop. Bila Anda sudah menontonnya, pasti tahu jika adegan pernikahan menjadi salah satu momen yang tak terlupakan.

Dalam film, pernikahan mewah yang disebut paling ditunggu di Singapura itu makan bujet sampai US$ 40 juta atau sekitar Rp 600 miliar. Siapa sangka sebenarnya pernikahan itu dibuat dengan bujet yang tak begitu besar.

Momen klimaks itu merangkum tantangan membuat film super mewah dengan bujet sederhana.

"Bab itu saja bercerita tentang lebih banyak uang daripada yang kita punya untuk membuat film! "Ini tentang menangkap suasana kekayaan," kata Nelson Coates, desainer produksi.

Nelson Coates tak ingin membuat pernikahan mewah itu malah terkesan tacky dan terlalu berlebihan. Nelson dan timnya sangat berhati-hati mewujudkan hal itu.

"Satu hal tentang budaya lama di Singapura adalah mereka tidak pamer kekayaan. Sangat menyinggung jika bicara tentang uangmu, dan menunjukkannya, dan kami tidak mau itu terkesan norak," kata Nelson dikutip Harper's Bazaar US.

Tim desain Crazy Rich Asians menggambarkan kekayaan pengantin dengan memadukan kemewahan arsitektural dan alam. Seperti miniatur dari kebun besar yang di bawa dalam lengkungan kapel kuno.
Cerita di Balik Pernikahan Rp 600 Miliar di Crazy Rich AsiansFoto: Dok. Crazy Rich Asians

Alih-alih dekorasi yang mencolok, keindahan set berasal dari tema outdoor-indoor yang bersahaja dan hijau. Dedaunan seperti palem, pakis dan bunga-bunga anggrek melapisi bagian dinding dan lorong, menciptakan jalur berkelok-kelok tempat para tamu datang.

"Untuk menyelami pernikahan, sutradara Jon Chu dan saya memutuskna untuk membuat tamu seperti duduk di tengah-tengah tanaman. Kami membuat bangku beludru hijau yang terbuat dari bentuk-bentuk yang unik, sehingga tak ada yang benar-benar duduk dalam barisan. Mereka ada di dalam rerumputan," tambahnya.

Semua tanaman yang dipakai sungguhan. Pengecualian untuk rumput setinggi tiga kaki, karena pertimbangan rumput asli akan layu di bawah cahaya lampu selama berhari-hari syuting.

Dekorasi menakjubkan itu menjadi latar belakang masuknya sang pengantin, Araminta. Ia berjalan menyelusuri lorong dengan genangan air di depannya.

"Setiap tamu memiliki tongkat ukuran panjang buatan tangan dengan kupu-kupu atau kunang-kunang menyala, dan semuanya muncul dari rumput. Itu semua dirancang untuk menciptakan momen ini," lanjutnya.
(asf/asf)