Bikin Nangis! Kisah Wanita yang Rela Donorkan Semua Organnya demi Ilmu Medis

Anggi Mayasari - wolipop Sabtu, 04 Nov 2017 07:42 WIB
Foto: Facebook
Jakarta - Ada beberapa cara yang bisa dilakukan seseorang agar bisa bermanfaat bagi khalayak. Salah satunya seperti yang dilakukan oleh wanita asal China ini. Ia berniat bisa memberikan sumbangsihnya pada dunia medis dengan cara tak biasa.

Kisah wanita yang memiliki nama Lou Tao ini menjadi viral di media sosial. Lou menderita penyakit skelerosis lateral amytrophic (ALS), yakni disfungsi otot dan membuat otot menjadi lemah. Tahu hidupnya tak akan lama lagi, Lou dengan murah hati memutuskan akan menyumbangkan organnya.

Mahasiswa doktoral Universitas Peking, Beijing ini menemukan fakta bahwa ia menderita penyakit mematikan itu pada Oktober 2015. Saat itu, Lou tak dapat menggerakkan jari kakinya dan merasa lemah secara fisik. Ia pun menjalani beberapa tes hingga akhirnya didiagnosis mengidap ALS.

Meski dirawat di ruang perawatan intensif, wanita berusia 29 tahun ini memutuskan untuk menyerah pada kondisinya. Lou telah menerima kematian yang mungkin akan cepat datang menghampirinya. Dengan pikiran yang sehat, Lou pun menulis surat wasiat.

"Setelah saya meninggal dunia, saya ingin memberikan kepala saya untuk keperluan medis dan penelitian dengan harapan penyakit motor neuron dapat segera diatasi sehingga penderita penyakit ini bisa menghilangkan rasa sakitnya," tulis Lou pada surat wasiatnya seperti dilansir People's Daily China.

"Tolong turuti permintaan ini. Saya menyumbangkan semua organ saya yang lain kepada pasien yang membutuhkan, selagi bisa membantu menyelamatkan nyawa mereka," tambahnya.

Meski orangtua Lou merasa hancur dan sedih, mereka telah menyetujui wasiat anaknya dan menandatangani sebuah dokumen sumbangan organ manusia dari Lou pada Oktober kemarin. Selain itu, Lou juga menyatakan tak menginginkan pemakaman, dan memilih abunya disebarkan di sungai Yangtze.

"Tolong biarkan saya pergi dengan tenang, tanpa jejak, seolah-olah saya belum pernah berada di dunia ini," pinta Lou lagi.

"Makna hidup tak ditentukan oleh berapa lama atau pendeknya hidup. Sebaliknya, itu diukur dari kualitas kehidupan seseorang," tulisnya.

Keberanian Lou ini telah menyentuh banyak hati masyarakat China, dan berhasil mengumpulkan 1 juta yuan atau setara dengan Rp 2 miliar untuk perawatannya. Netizen pun masih sangat berharap jika Lou bisa pulih dan sembuh dengan ajaib. (agm/kik)