Melania Trump Buat Kampanye Anti-bullying di Sekolah

Hestianingsih - wolipop Selasa, 24 Okt 2017 08:33 WIB
Foto: Getty Images
Michigan - Kerap jadi korban bully netizen, Melania Trump kini menginisiasi gerakan anti-bullying. Senin (23/11/2017), Ibu Negara Amerika Serikat ini mengunjungi sebuah sekolah di Michigan untuk mengampanyekan #NoOneEatsAlone.

Gerakan #NoOneEatsAlone adalah upaya untuk mencegah aksi bully, di mana para murid di sekolah tidak boleh ada yang merasa terisolasi saat makan siang. Melania Trump bersama Sekretaris Pendidikan Betsy DeVos memulainya dengan menunjungi Orchard Lake Middle School dan membagikan paket makan siang untuk anak-anak kurang beruntung.

"Saya selalu percaya bahwa kamu harus memperlakukan orang lain dengan hormat, dan dengan kebaikan dan belas kasih, tapi tetap jujur pada diri sendiri," ujar Melania Trump kepada beberapa anak yang ditemuinya, seperti dikutip dari Cosmopolitan.

Direktur Komunikasi Stephanie Grisham mengatakan, bahwa Melania Trump ingin membicarakan betapa pentingnya bersikap terbuka terhadap sesama teman. Melania juga membicarakan tentang efek negatif yang ditimbulkan dari isolasi sosial terhadap korbannya.

"Aktivitas seperti ini juga membantu perkembangan integritas dan kepemimpinan pada anak muda," jelas Stephanie kepada CNN.

Selama berada di sekolah tersebut, wanita 47 tahun ini mendatangi anak-anak dengan pendapatan rendah. Selain memberikan paket makan siang, Melania Trump juga duduk dan makan siang bersama sejumlah murid yang kurang beruntung atau orangtuanya berpendapatan rendah.

Tidak sedikit yang mengritik kampanye yang coba digalakkan Melania Trump. Media mengingat Melania Trump adalah istri dari Donald Trump, presiden Amerika Serikat yang dinilai kerap melakukan bullying dan berbicara frontal baik di depan publik maupun cuitannya di Twitter. Donald Trump bahkan tak segan melontarkan cuitan yang kontroversial.

Namun Stephanie menegaskan bahwa Melania Trump merupakan entitas yang berbeda dari Donald Trump.

"Nyonya Trump itu (wanita) independen dan juga berlaku secara independen dari suaminya. Dia berbuat apa yang menurutnya benar, dan tahu kalau dia punya kesempatan untuk memberi pengaruh positif untuk kehidupan anak-anak melalui perannya sebagai ibu negara," pungkas Stephanie seperti dikutip dari Allure. (hst/hst)