Heboh Miss Grand International Malaysia Jadi Kuda Lumping, Ini Penjelasannya

Eny Kartikawati - wolipop Minggu, 01 Okt 2017 08:04 WIB
Foto: Dok. Instagram Foto: Dok. Instagram

Jakarta - Netizen Indonesia heboh dengan foto finalis kontes kecantikan Miss Grand International dari Malaysia memakai kostum kuda lumping yang identik dengan budaya Jawa. Netizen pun menuding Malaysia mencontek. Benarkah?

Kehebohan ini bermula setelah sejumlah akun gosip mengunggah foto finalis Miss Grand International dari Malaysia, Sanjeda John, memakai kostum kuda lumping. Pada foto yang viral itu, Sanjeda tampak memakai atasan cokelat dengan bagian perut terbuka. Dia juga memakai boots setinggi lutut. Penampilan seksinya ini ditutupinya dengan kuda lumping berukuran besar yang dipegangnya di depan perutnya.

"Whooopp...Congrats untuk design yang terpilih menjadi National Costume Malaysia di ajang Grand Internasional 2017. Jadi ingat sama lagu "Jaranan" ya…," demikian akun gosip @lambe_lamis menulis pada keterangan fotonya.

Halaman Instagram akun @lambelamis pun ramai dengan komentar netizen. "gk punya jati diri apa y??? kok bs2nya dgn bangga mempublish budaya org utk dijadikan tema dlm ajang internasional pulak lg hadeeeh ckckckck miris," tulis seorang netizen. "Laaah kudang lumping kan dari jawa, mang di malaysia ada..? Plagiat banget sampe budaya indonesia di curi seperti itu," tulis netizen lainnya.

Heboh Miss Grand International Malaysia Jadi Kuda Lumping, Ini PenjelasannyaFoto: Dok. Instagram


Tudingan mencontek ini rupanya diketahui pihak Miss Grand International Malaysia. Melalui akun Instagram mereka pun memberikan penjelasan mengenai penampilan Miss Grand Malaysia mengenakan kostum kuda lumping.

"The 'Kuda Warisan' National Costume," demikian akun @missgrandmalaysia menulis judul pada postingan yang diunggah Sabtu (30/9/2017).

The "Kuda Warisan" National Costume Inspired by the Javanese community residing in the southern state of Johor, Malaysia. In the early 20th century, the migration of Javanese community through the Dutch and Japanese commerce ships in search of new land brought along its culture including this unique dance performance which is performed at merry occasions. In 1971, the ministry tourism of Johor acknowledged the Kuda Kepang dance for the Javanese community residing in Johor as a symbolic sign of unity and diversity in culture for the Johor people. With a strong historical resemblance, the origin of the Javanese cultural heritage are spread across in the northern state of Johor, Perak and Selangor in Malaysia, and Singapore. Designer: Hana Yaakob Photograph: Arazzs Razzswil #MissGrandMalaysia2017 #NationalCostume #MissGrandInternational2017

A post shared by MissGrandMalaysia (@missgrandmalaysia) on Sep 28, 2017 at 5:52pm PDT





Pihak Miss Grand Malaysia menjelaskan bahwa kostum kuda lumping yang disebut mereka sebagai kuda warisan itu terinspirasi dari masyarakat Jawa yang tinggal di kawasan Selatan wilayah Johor, Malaysia. Orang Jawa yang bermigrasi ke Malaysia pada awal abad 20 lah yang membawa dan memperkenalkan tarian kuda lumping tersebut. Hingga akhirnya pada 1971, Kementerian Pariwisata Johor mengakui tarian Kuda Kepang tersebut sebagai bagian dari masyarakat Jawa di Johor. Tarian itu juga simbol pesatuan dan keberagaman budaya untuk masyarakat Johor.

"Inspired by the Javanese community residing in the southern state of Johor, Malaysia. In the early 20th century, the migration of Javanese community through the Dutch and Japanese commerce ships in search of new land brought along its culture including this unique dance performance which is performed at merry occasions. In 1971, the ministry tourism of Johor acknowledged the Kuda Kepang dance for the Javanese community residing in Johor as a symbolic sign of unity and diversity in culture for the Johor people. With a strong historical resemblance, the origin of the Javanese cultural heritage are spread across in the northern state of Johor, Perak and Selangor in Malaysia, and Singapore," demikian akun Instagram @missgrandmalaysia menuliskan penjelasannya.

Meski sudah memberikan klarifikasi atas kostum kuda lumping tersebut, netizen Indonesia tetap meluapkan kemarahannya pada pihak Miss Grand Malaysia. Postingan mereka hingga saat ini terus dibanjiri komentar netizen Indonesia yang menuding Malaysia selalu mencontek Indonesia.

Miss Grand International yang diikuti finalis Malaysia dan juga Indonesia merupakan kontes kecantikan yang sedikit berbeda dari lainnya. Miss Grand International digelar untuk mencari duta perdamaian dunia.

Pada ajang Miss Grand International 2016 di Las Vegas, Indonesia yang diwakili Runner Up III Puteri Indonesia 2016, Ariska Putri, keluar sebagai juara pertama. Kemenangan Ariska ini menjadi prestasi besar karena untuk pertamakalinya perwakilan Indonesia menjadi juara pertama kontes kecantikan dunia.

Setelah Ariska, Indonesia diwakili oleh Puteri Indonesia Perdamaian Dea Goesti Rizkita Koswara pada Miss Grand International 2017 yang akan digelar pada 25 Oktober 2017 di Vietnam.



(eny/eny)