Tampil di Miss World, Natasha Akan Kenalkan Indonesia Lewat Balet Kontemporer

Daniel Ngantung - wolipop Minggu, 28 Agu 2016 11:12 WIB
Foto: Foto: Daniel Ngantung/Wolipop
Jakarta - Sebagai pemenang Miss Indonesia 2016, Natasha Mannuela akan mewakili Indonesia di ajang internasional Miss World 2016 yang berlangsung di Washington D.C., AS, November mendatang. Ia pun ingin mengenalkan Indonesia melalui tarian balet kontemporer.

Belakangan hari-hari, Acha, begitu sapaan akrabnya, disibukkan oleh persiapan untuk Miss World 2016. Persiapan Acha mencakup latihan balet untuk Talent Show demi mendapatkan tiket Fast Track agar bisa maju ke babak semi final.

Menampilkan tarian balet kontemporer, wanita kelahiran Bangka Belitung, 22 tahun lalu itu, berniat memasukkan elemen tarian Indonesia untuk memperkenalkan budaya negeri sendiri. "Jadi tarian Indonesia hanya sebagai aksen supaya ada rasa Indonesia. Tapi ini masih dalam rencana dan lagi didiskusikan sama koreograferku," kata Acha saat berbincang dengan media di sela rangkaian Jember Fashion Carnaval, Sabtu (27/8/2016) malam.

Jika tidak memungkinkan, lanjut wanita yang belajar balet sejak kecil itu, rasa Indonesia akan dihadirkan pada detail kostumnya.

Namun yang pasti, ia juga akan membawakan Tarian Topeng di audisi untuk Dance of the World yang juga bagian dari acara Miss World. Setiap peserta hanya diberi waktu 30 detik untuk menunjukkan kebolehannya menarikan tarian khas masing-masing negara. "Jadi gerakannya harus to the point yang langsung bisa menarik perhatian juri. Hanya 30 peserta yang lolos nanti," katanya.

Ia juga berniat membawa cenderamata khas Indonesia untuk para kontestan Miss World lainnya. Tidak ketinggalan abon lele buatan komunitas ibu-ibu lele di Bantar Gebang, Bekasi, yang dibinanya untuk proyek Beauty with a Purpose di Miss World 2016.

Persiapan lain mencakup kelas makeup yang didukung oleh Sari Ayu Martha Tilaar sebagai official makeup Miss Indonesia. Untuk hal yang satu ini, ia mengaku perlu berlatih intens mengingat dirinya bukan tipikal wanita yang terbiasa merias wajah. "Aku orangnya sangat cuek. Kalau dandan ya di saat penting saja," kata yang bisa berlatih merias wajah sehari penuh.

Walau waktu dan tenaganya sangat terkuras hanya untuk persiapan, ia tidak merasa terbebani. Malah sebaliknya, mahasiswi S1 Universitas Prasetya Mulya menikmati setiap prosesnya.

Ia juga tidak mau terlalu membebani diri untuk melampaui prestasi Miss Indonesia 2015 Maria Harfanti yang berhasil menduduki posisi runner-up 2 di ajang Miss World 2015.

"Kak Maria adalah bukti wanita Indonesia juga bisa sukses di panggung internasional dan dia menginspirasiku. Tapi setiap wanita punya kapasitas dan potensi masing-masing. Kalau terlalu membebankan diri untuk menang, aku tidak bisa melihat kapasitas dan potensiku sendiri. Jadi aku fokus untuk memberikan yang terbaik saja," ujar wanita yang hobi beryoga itu.

(dng/asf)