Intimate Interview

Berawal dari Balet, Karina Salim Kini Jadi Aktris Pendatang Baru Terbaik

- wolipop Rabu, 26 Nov 2014 17:15 WIB
Foto: Mario Ardi Foto: Mario Ardi

Jakarta - Karina Salim merupakan salah satu artis pendatang baru yang sudah pernah beberapa kali mendapatkan penghargaan. Salah satu penghargaan yang pernah diraihnya di ajang Indonesian Movie Awards 2014 untuk kategori 'Pendatang Baru Wanita Terbaik' lewat film layar lebar pertamanya yang berjudul 'What They Don't Talk About When They Talk About Love'.

Tidak hanya itu, ia juga pernah mendapat pujian dari media Hollywood kalau aktingnya mengagumkan di film tersebut. Pujian dari media asing ini rupanya menyentuh hatinya kemudian aktris 23 tahun ini mengaku langsung menangis.

"Itu film Indonesia pertama yang berkompetisi di Sundance Film Festival. Walaupun nggak menang tapi masuk nominasi saja sudah bagus. Waktu di Sundance, kita diliput media sana seperti e-Channel, The Hollywood Reporter, E! Online. Nah The Hollywood Reporter muji akting aku, itu aku nangis, terharu banget, aku bacanya di atas red carpet saat masih di sana," cerita Karina saat berbincang dengan Wolipop sebelum melakukan pemotretan fashion beberapa hari lalu di Artotel, Sarinah, Thamrin, Jakarta Selatan.

Karina mengaku tak menyangka bisa dibanjiri pujian dari berbagai media asing padahal ia termasuk aktris pendatang baru. Pujian tersebut kemudian memotivasinya agar bisa berakting lebih baik. Sebelum menjadi populer seperti sekarang, Karina mengatakan tidak pernah bermimpi menjadi artis.

Kariernya di dunia entertainment dimulai secara tak sengaja saat mengikuti pentas balet. Wanita bertubuh mungil ini memang sudah diberikan pendidikan balet sejak berusia lima tahun. Menurutnya, balet itu seperti sekolah formal yang harus ditempuh mulai dari SD hingga kuliah. Saat ini pun ia masih melanjutkan sekolah balet tingkat akhir untuk mendapatkan sertifikat internasional.

Setiap tahun, Karina selalu terlibat dalam pentas balet. Sebelum pentas ia mengatakan selalu ada casting lebih dulu karena ketika performance tidak hanya menari tapi juga akting di atas panggung. Oleh karena itu, ketika terjun ke dunia film seperti sekarang, Karina tidak terlalu kaget karena sudah memiliki dasar-dasar akting sejak kecil.

Kemudian di 2010 ia bertemu dengan sutradara sekaligus produser Joko Anwar ketika casting untuk pentas balet. Joko melihat dirinya memiliki bakat di bidang akting sehingga memintanya untuk mengikuti teater. Karina pun memutuskan mengikuti teater selama kurang lebih satu tahun untuk mengasah bakat aktingnya.

"Mulainya dari 2010 aku main film festival sutradaranya Joko Anwar aku ikut di sana, digemblenglah sama beliau. Bang Joko bilang aku punya bakat suruh ikut teater terus Bang Joko juga yang ajak aku di film-film pendeknya dia," papar wanita lulusan Universitas Bina Nusantara (Binus) itu.

Sejak banyak bermain di film pendek, nama Karina mulai dikenal dan merambah ke layar lebar seperti Pintu Harmonika, Kebaya Pengantin, dan terakhir Mantan Terindah. Selain film, ia juga sibuk untuk syuting iklan dan tetap melanjutkan sekolah baletnya. Di akhir perbincangan, Karina mengatakan akan terus berkarier di dunia entertainment dan berharap bisa mencoba berbagai karakter baru yang jauh berbeda dari kepribadiannya.

Karina mengatakan, untuk akting menjadi seseorang yang berbeda karakter dari diri sendiri cukup sulit tapi itu merupakan tantangan tersendiri baginya. Tak hanya menjadi aktris, Karina juga berencana terjun ke dunia musik dan merilis single di 2015 mendatang.
(aln/fer)