Studi Membuktikan, Rutin Makan Cokelat Bisa Buat Kulit Awet Muda

Hestianingsih - wolipop Senin, 07 Des 2015 15:08 WIB
Dok. Thinkstock Dok. Thinkstock

Jakarta - Kabar baik bagi para penggemar cokelat. Tidak hanya enak untuk dinikmati, cokelat ternyata juga punya manfaat bagi kulit. Kita tidak bicara konsumsi cokelat yang digunakan sebagai produk perawatan kulit seperti lotion atau masker. Tapi dengan meminum atau memakannya, cokelat berkhasiat memelihara kecantikan kulit.

Studi terbaru mengungkapkan bahwa cokelat bisa membuat kulit lebih kenyal dan berkilau sehat sampai tua. Dengan kata lain, cokelat membantu mencegah penuaan dini jika dikonsumsi secara rutin.

Hal itu dibuktikan setelah sejumlah ilmuwan meneliti manfaatnya lewat sebuah percobaan. Hasil penelitian telah dipublikasikan dalam American Journal of Clinical Nutrition. Seperti diketahui, cokelat kaya akan flavonoid dan flavonol. Dua jenis antikosidan ini berkhasiat melindungi kulit dari kerusakan akibat paparan sinar matahari.

Seperti dikutip dari Huffington Post, penelitian melibatkan 64 wanita. Partisipan dibagi menjadi dua kelompok dan diharuskan mengonsumsi minuman cokelat setiap hari selama 24 minggu.

Kelompok pertama diberikan minuman yang terbuat dari serbuk cokelat atau cocoa powder. Serbuk minuman yang digunakan terbuat dari biji cokelat asli yang digiling sampai halus, sehingga masih tinggi kandungan flavonolnya. Setiap cangkir minuman cokelat memiliki 320 mg flavonol. Sedangkan kelompok kedua diberikan minuman nutrisi dengan rasa cokelat yang tidak terdapat flavonol di dalamnya.

Setelah 24 minggu, wanita yang diberi minuman cokelat berflavonol menunjukkan peningkatan pada kualitas kulitnya. Keriput di sekitar sudut mata tampak berkurang, kulit mereka juga lebih elastis. Perubahan tersebut tidak langsung terjadi, tapi baru terlihat setelah 12 minggu mereka rutin minum cokelat.

Baca Juga: 50 Foto Before-After Selebriti yang Operasi Plastik

Ingin jadi awet muda dan memiliki kulit yang sehat dengan cokelat? Anda tidak bisa sembarang makan cokelat yang dijual di pasaran. Sebagian besar produk cokelat di supermarket, minimarket atau hypermarket lebih banyak mengandung gula dan lemak ketimbang bubuk cokelat aslinya. Bukannya mendapatkan kulit sehat dan cantik, justru tumpukan lemak yang didapat.

Kandungan flavonol tinggi bisa Anda dapatkan dari serbuk atau bubuk cokelat asli. Cokelat dalam bentuk bubuk umumnya diolah dengan cara difermentasi terlebih dahulu, lalu bijinya dikeringkan dan dipisahkan dari mentega cokelatnya. Biji cokelat kemudian digiling menjadi serbuk. Jika diproses dengan benar, bubuk cokelat merupakan makanan dengan kandungan antioksidan terbaik di dunia. Cokelat bubuk alami memiliki lebih banyak antioksidan ketimbang bubuk cokelat yang telah dicampur gula atau krimer.

Selain bubuk cokelat, Anda juga bisa mengonsumsi cacao nibs; biji cokelat yang dipanggang, dipisahkan dari kulitnya dan dihancurkan menjadi remah-remah yang lebih kecil. Biasanya ditambahkan pada makanan manis atau dessert, dan memiliki antioksidan yang juga tinggi.

Pilihan selanjutnya adalah dark chocolate dalam bentuk batangan. Kandungan flavonol pada dark chocolate bisa bervariasi tergantung dari kemurniannya. Biasanya semakin besar persentase cokelatnya, flavonolnya akan lebih tinggi. Sebagai contoh dark chocolate dengan kandungan 80 persen tentu punya flavonol lebih tinggi ketimbang dark chocolate 50 persen.

Konsumsi dark chocolate sebaiknya tak lebih dari 50 gram sehari. Jumlah itu setara dengan tiga keping cokelat.


(hst/hst)