8 Artis Berbusana Terbaik di MET Gala 2026, Anne Hathaway Hingga Eileen Gu

Eileen Gu menghadirkan interpretasi futuristik lewat mini dress karya Iris van Herpen yang dipenuhi lebih dari 15.000 gelembung kaca, hasil pengerjaan selama 2.550 jam. Dengan teknologi tersembunyi yang menciptakan ilusi gerak dan cahaya, tampilannya memadukan unsur surealisme, alam, dan inovasi, menjadikannya salah satu representasi paling kuat dari tema “Fashion Is Art”. (Foto: Getty Images via AFP/JAMIE MCCARTHY)

Eileen Gu menghadirkan interpretasi futuristik lewat mini dress karya Iris van Herpen yang dipenuhi lebih dari 15.000 gelembung kaca, hasil pengerjaan selama 2.550 jam. Dengan teknologi tersembunyi yang menciptakan ilusi gerak dan cahaya, tampilannya memadukan unsur surealisme, alam, dan inovasi, menjadikannya salah satu representasi paling kuat dari tema “Fashion Is Art”. (Foto: Getty Images via AFP/JAMIE MCCARTHY)

Anne Hathaway tampil elegan dalam gaun custom Michael Kors hasil kolaborasi dengan seniman Peter McGough, di mana gaun hitam strapless itu menjadi kanvas lukisan tangan penuh simbol perdamaian, flora, dan narasi puitis yang terinspirasi dari Ode on a Grecian Urn, memadukan siluet klasik dengan storytelling artistik. Foto: Getty Images

Anne Hathaway tampil elegan dalam gaun custom Michael Kors hasil kolaborasi dengan seniman Peter McGough, di mana gaun hitam strapless itu menjadi kanvas lukisan tangan penuh simbol perdamaian, flora, dan narasi puitis yang terinspirasi dari Ode on a Grecian Urn, memadukan siluet klasik dengan storytelling artistik. Foto: Getty Images

Dalam balutan gaun biru Valentino, Tessa Thompson menghadirkan pendekatan performatif dengan tangan yang tampak tercelup cat, seolah ia adalah seniman sekaligus karya itu sendiri—menjadikan fashion sebagai proses kreatif yang hidup, bukan sekadar hasil akhir visual. Foto: Getty Images

Dalam balutan gaun biru Valentino, Tessa Thompson menghadirkan pendekatan performatif dengan tangan yang tampak tercelup cat, seolah ia adalah seniman sekaligus karya itu sendiri—menjadikan fashion sebagai proses kreatif yang hidup, bukan sekadar hasil akhir visual. Foto: Getty Images

Kim Kardashian mengusung estetika pop art lewat breastplate fiberglass oranye karya Allen Jones yang berasal dari cetakan arsip tahun 1960-an; diproduksi ulang dengan teknik modern, tampilan ini terasa provokatif, industrial, dan konseptual, sekaligus menegaskan hubungan erat antara seni rupa klasik dan fashion kontemporer. Foto: Getty Images

Kim Kardashian mengusung estetika pop art lewat breastplate fiberglass oranye karya Allen Jones yang berasal dari cetakan arsip tahun 1960-an; diproduksi ulang dengan teknik modern, tampilan ini terasa provokatif, industrial, dan konseptual, sekaligus menegaskan hubungan erat antara seni rupa klasik dan fashion kontemporer. Foto: Getty Images

Chase Infiniti mencuri perhatian lewat gaun Thom Browne yang terinspirasi dari Venus de Milo, dihiasi lebih dari 1,5 juta payet dan ratusan warna fringe sutra yang disusun menyerupai sapuan kuas, menciptakan efek trompe l’oeil yang membuatnya tampak seperti patung klasik yang dihidupkan kembali. Foto: Getty Images

Chase Infiniti mencuri perhatian lewat gaun Thom Browne yang terinspirasi dari Venus de Milo, dihiasi lebih dari 1,5 juta payet dan ratusan warna fringe sutra yang disusun menyerupai sapuan kuas, menciptakan efek trompe l’oeil yang membuatnya tampak seperti patung klasik yang dihidupkan kembali. Foto: Getty Images

Kendall Jenner tampil seperti dewi kemenangan modern dalam rancangan Zac Posen yang terinspirasi dari Winged Victory of Samothrace, dengan siluet dramatis menyerupai sayap yang mengalir, menciptakan perpaduan harmonis antara keagungan seni klasik dan presisi couture modern. Foto: Getty Images

Kendall Jenner tampil seperti dewi kemenangan modern dalam rancangan Zac Posen yang terinspirasi dari Winged Victory of Samothrace, dengan siluet dramatis menyerupai sayap yang mengalir, menciptakan perpaduan harmonis antara keagungan seni klasik dan presisi couture modern. Foto: Getty Images

Debut Stevie Nicks di Met Gala dalam usia 77 tahun ditemani gaun custom Zara rancangan John Galliano, dengan siluet crinoline dramatis, bordir mawar tulle dan chiffon, serta top hat kolaborasi dengan Stephen Jones, menghadirkan nuansa gothic glam yang kuat dan autentik sesuai karakter ikoniknya. Momen ini sekaligus menandai karya perdana dari kolaborasi kontroversial yang diumumkan baru-baru ini. Mungkin, seni memang bertujuan untuk memprovokasi. (Foto: Getty Images)

Debut Stevie Nicks di Met Gala dalam usia 77 tahun ditemani gaun custom Zara rancangan John Galliano, dengan siluet crinoline dramatis, bordir mawar tulle dan chiffon, serta top hat kolaborasi dengan Stephen Jones, menghadirkan nuansa gothic glam yang kuat dan autentik sesuai karakter ikoniknya. Momen ini sekaligus menandai karya perdana dari kolaborasi kontroversial yang diumumkan baru-baru ini. Mungkin, seni memang bertujuan untuk memprovokasi. (Foto: Getty Images)

Kembali ke Met Gala setelah hampir satu dekade, Beyoncé tampil monumental dalam gaun rancangan Olivier Rousteing berbentuk struktur kerangka bertabur berlian, dilengkapi jubah bulu dramatis yang megah, menghasilkan tampilan teatrikal yang memadukan kekuatan simbolik, kemewahan, dan estetika seni yang berani. (Foto: Matt Crossick/PA Images via Getty Images)

Kembali ke Met Gala setelah hampir satu dekade, Beyoncé tampil monumental dalam gaun rancangan Olivier Rousteing berbentuk struktur kerangka bertabur berlian, dilengkapi jubah bulu dramatis yang megah, menghasilkan tampilan teatrikal yang memadukan kekuatan simbolik, kemewahan, dan estetika seni yang berani. (Foto: Matt Crossick/PA Images via Getty Images)