Foto: Gaya Melania Trump Pimpin Rapat Dewan Keamanan PBB saat AS Serang Iran
Daniel Ngantung - wolipop
Rabu, 04 Mar 2026 04:00 WIB
tautan telah disalin
Anda menyukai artikel ini
Artikel disimpan
New York City - Melania Trump mengekspresikan keresahan terhadap kondisi edukasi dan keamanan saat rapat dewan keamanan PBB di tengah perang. Setelan abu-abu menjadi andalan.
Rapat Dewan Keamanan Perserikatan Bangsa-bangsa (PBB) untuk pertama kalinya dipimpin oleh seorang ibu negara. Melania Trump, istri Presiden Amerika Serikat (AS) yang mendapat kehormatan tersebut. (Foto: REUTERS/Jeenah Moon)
Untuk momen bersejarah tersebut, ia berpenampilan dengan gaya khasnya dalam balutan setelan tailored yang elegan. Aksen sabuk pada bagian pinggul mempertegas siluet tubuhnya. Dari siluet atasan yang menyerupai bar jacket, busana tersebut diyakini merupakan keluaran rumah mode Christian Dior. (Foto: Mostafa Bassim/Anadolu via Getty Images)
Rambut panjangnya dibiarkan tergerai. Tak tampak perhiasan mencolok menemani gaya mantan model itu. (Foto: REUTERS/Jeenah Moon)
Melania didampingi Duta Besar AS untuk PBB, Mike Waltz. Dalam paparannya, perempuan 55 tahun itu menekankan peran pendidikan dalam membangun toleransi dan perdamaian dunia. (Foto: Spencer Platt/Getty Images)
Sayang, pesan tersebut terasa bertolak belakang dengan situasi yang terjadi di Timur Tengah. Peperangan terjadi setelah Trump dan sekutunya, Israel, tiba-tiba menyerang Iran. Sebuah sekolah putri di Iran ikut menjadi target dan mengakibatkan 160-an siswi terbunuh. (Foto: REUTERS/Jeenah Moon)
Saat Melania berbicara, suaminya terus melancarkan Operasi Epic Fury di Iran. Hingga kini, ibu satu anak itu belum memberikan komentar publik terkait langkah militer dari Donald. Serang tersebut telah menewaskan Pemimpin Tertinggi Iran Ayatollah Ali Khamenei serta sejumlah pejabat tinggi lainnya. (Foto: AFP/CHARLY TRIBALLEAU)
Duta besar Iran untuk PBB, Amir Saeid Iravani, mengatakan bahwa sangat memalukan dan munafik bagi AS untuk mengadakan pertemuan tentang melindungi anak-anak selama perang, sementara mereka melancarkan serangan ke kota-kota Iran yang padat penduduk. "Bagi Amerika Serikat, 'melindungi anak-anak' dan 'menjaga perdamaian dan keamanan internasional' jelas berarti sesuatu yang sangat berbeda dari apa yang tercantum dalam Piagam PBB," kata Iravani kepada wartawan, seperti dikutip dari detiknews. (Foto: REUTERS/Jeenah Moon)