Lipstik seharga Rp 1 juta lebih mungkin terdengar berlebihan bagi sebagian orang. Akan tetapi, di segmen high-end beauty, pengalaman menggunakan produk hingga desain kemasan juga menjadi bagian dari daya tarik yang ditawarkan.
Salah satunya adalah Guerlain Rouge G, lipstik ikonik dari rumah kecantikan asal Prancis yang dibanderol sekitar Rp 1,3 juta. Wolipop mencoba langsung lipstik ini untuk melihat apakah harga premiumnya sebanding dengan kualitas formula, kenyamanan, hasil akhir, hingga desain kemasannya.
Rouge G pertama kali diperkenalkan pada 1954. Pada 2009, lipstik ini mendapat pembaruan desain melalui kolaborasi dengan desainer perhiasan Lorenz Bäumer, yang menghadirkan case dengan cermin ganda. Sejak itu, Rouge G terus dikembangkan, termasuk melalui sistem case yang dapat dipersonalisasi dan isi ulang.
Case Mewah
Sebelum membahas formulanya, sulit untuk mengabaikan kemasan Rouge G. Lipstik ini memang tidak sekadar dikemas dalam tabung sederhana. Case-nya dirancang sebagai bagian dari identitas produk, dengan berbagai pilihan motif, tekstur, dan desain yang membuatnya terlihat seperti aksesori.
Pada 2026, Rouge G kembali menjadi perbincangan di media sosial berkat desain case-nya yang dinilai memiliki karakter baddie. Pilihannya beragam, mulai dari motif animal print dan tekstur menyerupai marmer hingga desain klasik serta edisi terbatas.
Saya memilih case Le Fauve yakni motif leopard. Motifnya memberikan kesan bold dan sedikit eksentrik, berbeda dari kemasan lipstik mewah yang biasanya mengandalkan warna emas atau hitam polos. Bentuk dan detailnya membuat Rouge G terasa seperti barang koleksi yang menarik untuk dikeluarkan dari tas makeup.
Keberadaan cermin ganda juga menjadi detail yang fungsional. Saya bisa menggunakannya untuk touch-up tanpa harus mencari cermin tambahan. Memang bukan fitur yang benar-benar baru dalam dunia kecantikan, tetapi penempatannya menyatu dengan desain case. Hal menarik lainnya adalah sistem refill. Ketika isi lipstik habis, pengguna dapat menggantinya tanpa perlu membeli case baru. Harga case-nya sendiri Rp 600 ribu.
Tekstur Creamy dengan Hasil Akhir Satin
Guerlain Rouge G menawarkan hasil akhir satin, yang berada di antara tekstur matte yang cenderung lebih redup dan lipstik glossy yang memberikan efek basah. Sebagai seseorang yang kurang menyukai lipstik matte, saya cukup menikmati karakter formula ini.
Saat diaplikasikan, teksturnya terasa creamy dan mudah meluncur di permukaan bibir. Tidak ada kesan terlalu kesat yang terkadang membuat aplikasi lipstik terasa kurang nyaman, terutama ketika bibir sedang kering.
Hasil akhirnya juga tidak membuat bibir terlihat terlalu mengilap. Ada pantulan cahaya yang halus sehingga bibir tampak lebih berdimensi.
Shade 131 Le Beige Praline
Untuk pilihan warna, saya mencoba shade 131 Le Beige Praline, yang warnanya cenderung nude. Saya memang menyukai warna nude yang mudah dipadukan dengan berbagai makeup, terutama untuk tampilan sehari-hari yang tidak terlalu mencolok.
Warnanya nude beige-nya memberikan nuansa hangat yang cocok dengan undertone kulit saya yang netral cenderung warm. Di bibir, warna beige-nya masih memberikan semburat peach sehingga wajah tidak terlihat pucat.
Warna nude-nya juga cukup fleksibel untuk teknik ombre. Le Beige Praline bisa digunakan sebagai base sebelum menambahkan warna yang lebih pekat di bagian dalam bibir.
Meski begitu, warna nude termasuk kategori yang sangat personal. Warna yang terlihat cantik pada satu orang belum tentu memberikan hasil serupa pada orang lain. Pigmentasi bibir, warna dasar bibir, dan undertone kulit dapat memengaruhi tampilan akhirnya. Untuk lipstiknya dibanderol seharga Rp 720 ribu.
Ketahanan
Salah satu hal yang perlu dipertimbangkan dari lipstik bertekstur creamy dengan hasil akhir satin adalah ketahanannya. Formula yang terasa nyaman dan mudah meluncur di bibir umumnya tidak memiliki karakter yang sama dengan lipstik transfer-proof.
Pada Rouge G Satin, sebaiknya jangan langsung mengharapkan warna bertahan lama setelah makan atau minum. Transfer ke gelas, alat makan, atau tisu tetap menjadi hal yang perlu diperhitungkan pada jenis hasil akhir ini.
Bagi saya, ketahanan warna perlu dilihat bersama kenyamanan. Lipstik yang tahan lama tetapi terasa sangat kering belum tentu menjadi pilihan terbaik untuk semua orang. Sebaliknya, lipstik yang nyaman mungkin membutuhkan aplikasi ulang setelah beberapa jam atau setelah makan.
Apakah Harga Rp 1,3 Juta Sebanding dengan Kualitasnya?
Dengan harga sekitar Rp 1,3 juta, Guerlain Rouge G jelas bukan lipstik yang dibeli hanya untuk memenuhi kebutuhan makeup sehari-hari. Menurut saya, daya tarik produk ini terletak pada perpaduan antara kualitas formula, kenyamanan saat dipakai, dan tentu saja kemewahan kemasannya. Case-nya yang mewah bisa terasa seperti sebuah aksesori yang 'collectable'.
Simak Video "Video: Bedah Lipstik Harga Rp 1,3 Juta, Apa yang Bikin Spesial?"
(kik/kik)