Minggu, 29/05/2016 10:10 WIB

Laporan dari London

Koleksi Busana Edgy Hingga 'Gadis Desa' Pukau Ratusan Warga London

Intan Kemala Sari - wolipop
Koleksi Busana Edgy Hingga Gadis Desa Pukau Ratusan Warga London Foto: Intan Kemala Sari
Jakarta - Tidak hanya menampilkan destinasi pariwisata, kuliner, dan kesenian khas Indonesia, Festival Indonesian Weekend juga menyuguhkan ragam budaya Indonesia, termasuk koleksi busana desainer Tanah Air. Para perancang pun meramaikan Potters Field Park London yang merupakan tempat berlangsungnya acara dengan menggelar fashion show.

Desainer Elizabeth Njo May Fen atau yang akrab disapa Afen merupakan salah satu desainer Indonesia yang turut mengenalkan karyanya pada festival tersebut. Wanita yang pernah menjabat sebagai kepala sekolah di Bunka School of Fashion Surabaya itu mengangkat batik tulis dari daerah Pamekasan sebagai salah satu material utama pada koleksinya.




Melalui tema bertajuk 'Metamodernism', desainer kelahiran 1977 itu ingin menggabungkan unsur etnik Indonesia dengan sesuatu yang lebih modern. Ia pun berkreasi dengan menghadirkan enam busana yang multigaya, artinya bisa dimodifikasi dengan berbagai gaya dan disesuaikan dengan kebutuhan.

"Koleksi ini lebih ke gabungan etnik dan modern jadi hasilnya edgy. Kami menyasarkan untuk wanita aktif yang jam kerjanya panjang dan hobi traveling," tutur Afen pada Wolipop sesaat sebelum show dimulai.



Oleh wanita yang berdomisili di Surabaya tersebut, batik Pamekasan ditampilkan dengan dominasi oleh warna monokrom dengan sentuhan merah. Selain itu ada pula transformasi batik kawung yang dipadukan dengan tenun baron dan dibuat menjadi atasan, dress serta bawahan.

Tak hanya batik, kesan 'Gadis Desa' terasa kental dalam karya teranyar dari desainer muda Astri Lestari. Wanita asal Bandung itu menghadirkan busana yang unik dan berani tampil beda.



Ia memadukan kebaya kutu baru berwarna pastel dengan celana sarung. Ada pula beberapa terusan dengan kombinasi warna pink, hijau, dan biru pastel yang terkesan lebih feminin.



Dari enam koleksi busana yang ditampilkan, salah satu yang menarik perhatian adalah alas kaki yang didesainnya. Alas tersebut terbuat dari anyaman rotan yang semakin menguatkan unsur desa di dalam karyanya.



Saat fashion show berlangsung, para penduduk lokal tampak berkumpul dan memadati area panggung. Mereka rela berdiri dan sigap mengambil gambar dengan ponsel atau kamera masing-masing. (itn/ami)

Redaksi: redaksi[at]wolipop.com
Informasi pemasangan iklan
Hubungi sales[at]detik.com,
Telepon 021-7941177

Wolipop's Social Media

@ redaksi@wolipop.com