Rabu, 18/03/2015 12:33 WIB

Kontroversi Model Kurus

Prancis Hingga Spanyol Serukan Model Kurus 'Menyingkir' dari Catwalk

Hestianingsih - wolipop
Jakarta - Pemerintah Prancis berencana mengeluarkan kebijakan baru terkait penggunaan model bertubuh kurus di runway fashion. Politisi yang juga sosialis Olivier Veran, meminta para petinggi di dunia mode yang mempekerjakan model sangat kurus dengan indeks massa tubuh di bawah batas normal dihukum kurungan penjara enam bulan atau membayar denda hingga 60 ribu poundsterling atau setara Rp 1,1 miliar.

Para model yang akan bekerja ini nantinya akan dibekali sertifikat kesehatan yang menunjukkan indeks massa tubuh mereka setidaknya tidak jauh dari 18,5 - 22,9 (berat badan (kg) dibagi tinggi badan (m) kuadrat). Sebagai gambaran, proporsi tubuh harus minimal berat badan 55 kg dengan tinggi 1,79 meter (indeks massa tubuh 17,1). Kurang dari itu, model tidak boleh dipekerjakan.

Kebijakan tersebut diajukan menyusul semakin banyaknya kasus warga Prancis yang mengalami gangguan pola makan akut. Saat ini ada sekitar 40 ribu orang di Prancis yang menderita anoreksia dan 90 persen-nya masih remaja. Salah satu faktor utamanya karena obsesi memiliki tubuh kurus dan thigh-gap (jarak yang lebar di antara kedua paha) bak para model yang berjalan di atas catwalk, termasuk model itu sendiri.

Berat badan model sebenarnya sudah menimbulkan kekhawatiran di industri fashion sejak 2006. Kala itu model asal Uruguay Luisel Ramos meninggal akibat gagal jantung, beberapa menit setelah turun dari catwalk. Dilaporkan bahwa model berusia 22 tahun itu menjalani diet ekstrem selama tiga bulan untuk lebih banyak menurunkan berat badannya.

Sejak peristiwa itu, model dengan indeks massa tubuh di bawah 18 tidak diperbolehkan tampil di Madrid Fashion Week, Spanyol. Lalu pada 2012, majalah Vogue juga melakukan tindakan nyata untuk melindungi kesehatan para model. Majalah fashion ternama itu melarang model berusia di bawah 16 tahun atau 'yang terlihat seperti mengalami gangguan makan' tampil di halaman fashion mereka.

Usaha untuk melindungi para model, serta gadis-gadis remaja dari ancaman anoreksia dan bulimia juga dilakukan sejumlah negara. Kebijakan di Italia bersikeras mereka yang bekerja sebagai model untuk memiliki sertifikat kesehatan. Sementara Brasil mengajukan agar model di bawah umur dan kurang berat badan 'menjauh' dari catwalk.

Di Norwegia, peraturannya lebih ekstrem lagi. Pemerintah di sana sedang mengajukan agar iklan atau gambar yang menampilkan model sangat kurus (baik foto asli atau hasil manipulasi) disertai dengan peringatan kesehatan seperti yang terdapat pada kemasan rokok.

Para ahli kesehatan di seluruh dunia sebelumnya sudah memberi peringatan akan bahaya laten dari penampilan model-model ultra-kurus dan gambar hasil manipulasi foto yang membuat para wanita terlihat lebih ramping. Hal tersebut dikhawatirkan bisa mendorong wanita, khususnya yang masih remaja bahkan di usia yang masih sangat muda mengidap anoreksia.

Seruan ini juga datang dari desainer senior Giorgio Armani yang mengatakan bahwa industri fashion punya tugas untuk bekerja saling bahu-membahu melawan anoreksia.

"Industri ini harus menyadari kaitan antara keinginan untuk menjadi seperti model yang sangat kurus dengan kasus anoreksia yang semakin berkembang di kalangan wanita muda," tuturnya, seperti dikutip dari Daily Mail.



Redaksi: redaksi[at]wolipop.com
Informasi pemasangan iklan
Hubungi sales[at]detik.com,
Telepon 021-7941177

Wolipop's Social Media

@ redaksi@wolipop.com