Sabtu, 01/11/2014 19:00 WIB

Jakarta Fashion Week 2015

JFW Hari ke-1: Busana 'Kertas' Label FBudi yang Mencuri Perhatian

Alissa Safiera - wolipop
JFW Hari ke-1: Busana Kertas Label FBudi yang Mencuri Perhatian Dok. Alissa Safiera (Wolipop)
Jakarta - Apa yang dapat membuat setelan antara blus dan celana berpotongan minimalis terlihat berbeda dan menarik? Tentunya pemilihan material menjadi kunci kreasi dari para desainer. Begitupun desainer Felicia Budi lewat labelnya FBudi yang menampilkan sesuatu yang berbeda dan langsung mencuri perhatian penikmat mode yang hadir di panggung fashion tent, Jakarta Fashion Week 2014 hari pertama.

Desainer lulusan London College of Fashion ini membawa busana siap pakai ke level lebih tinggi. Potongan busananya sederhana, terdiri atas blus, kemeja dan rok potongan midi. Namun materialnya sangat unik, yaitu bertekstur seperti kertas yang telah berkerut atau lecek. Dalam dunia fashion, tekstur lecek atau kerut ini merupakan daya tarik tersendiri pada rancangan yang cenderung polos untuk memberikan kesan unik nan mewah. Desainer yang sering menggunakan tekstur kerut ini terbentang dari Milan hingga New York, mulai dari Miuccia Prada, Giorgia Armani hingga Donna Karan dan Vivienne Westwood.

Tak hanya material dasar yang mirip seperti kertas, pilihan warna pun juga didominasi oleh putih namun ada selipan beberapa warna muda seperti biru. Detail juga ditampilkan oleh desainer yang pernah bekerja di BIN House itu dengan material lipit dari bahan menerawang. Diaplikasikan sebagai detail yang menambah drama dalam koleksi busana bergaya urban. Sedikit mengenai BIN House, rumah mode ini dinahkodai oleh desainer Obin yang menspesialisasikan dirinya dalam dunia kriya tekstil, dimana ia dikenal lewat presentasi catwalk yang tak biasa, yakni para model menari-nari dengan bebas membawa kain ciptaannya.

Jika kebanyakan bahan lipit dijadikan rok bergaya klasik, FBudi justru menampilkan sesuatu yang beda. Ia membuatnya sebagai atasan atau bahkan vest dengan potongan yang dibuat asimetris. Gaya asimetris memang kerap digunakan para desainer muda agar karyanya terlihat mencolok, beda dengan desainer senior yang mengutamakan karya yang berdaya pakai tinggi karena sudah menyesuaikan keinginan pasar dan kliennya. Saat materi kerut dijadikan asimetris dalam model vest, bisa dibayangkan pasar yang dituju memang pecinta fashion yang tidak biasa.

Tak hanya teknik itu saja yang ditampilkan, desainer yang tergabung dalam Indonesia Fashion Forward itu juga bermain dengan teknik lipatan atau origami khas Jepang. Detail itu diaplikasikan sebagai atasan dan juga bagian bawah gaun panjang bersiluet A-line. Siluet origami yang terinspirasi dari seni melipat kertas dari Jepang ini juga banyak digunakan dalam membuat busana polos menjadi spesial. Di sinilah data tarik sebuah kain polos bisa mencuat ke permukaan.


Di hari pertama pembukaan Jakarta Fashion Week, anggota Indonesia Fashion Forward lainnya juga menampilkan kreasi terbaru di panggung yang sama. Di antaranya adalah Peggy Hartanto, Monstore, Dian Pelangi, NurZahra, Restu Anggraini, Billy Tjong, Gloria Agatha, Patrick Owen, Sapto Djojokartiko dan juga Tex Saverio. Nantikan lebih banyak ulasan menganai para desainer di artikel selanjutnya.


(als/fer)

Redaksi: redaksi[at]wolipop.com
Informasi pemasangan iklan
Hubungi sales[at]detik.com,
Telepon 021-7941177

Wolipop's Social Media

@ redaksi@wolipop.com