Jumat, 24/01/2014 08:16 WIB

Liputan Khusus Jadi Pengusaha Kue

Hesti Merina, Berawal Titip Snack di Warung Kini Jadi Pengusaha Kue Sukses

Arina Yulistara - wolipop
Jakarta - Hesti Merina merupakan salah satu pengusaha kue yang memulai bisnisnya dari nol. Hesti mengaku tak mudah mendirikan usaha ini. Awalnya ia hanya menitipkan kue kecil di warung tapi ternyata tidak menghasilkan. Wanita 32 tahun itu tidak menyerah, berkat kegigihannya kini ia sukses menjadi pengusaha 3D cakes online sukses dengan nama 'Culinary Corners'.

Sebelum mencoba berjualan kue di warung, ia juga pernah mencoba menjadi pedagang empek-empek tapi tapi berhasil. Hesti pun pernah bekerja sebagai pegawai swasta di berbagai perusahaan, mulai dari yang terkait dengan komunikasi hingga perbankan. Kemudian ia memutuskan berhenti kerja setelah menikah di 2008. Ia ingin fokus dengan rumah tangganya dan mencoba membuka usaha rumahan.

"Karena niat utamanya mau berumah tangga habis nikah nggak mau kerja lagi, akhirnya browsing-browsing kan, terus lihat food blog gitu dan akhirnya tertarik buat kue," tutur Hesti saat diwawancarai Wolipop di tempat usahanya, di Jalan Kair, No. 42 A, Ragunan, Jakarta Selatan, Rabu (22/1/2014).

Ketertarikan Hesti ketika itu hanya sebatas hobi. Ia mengaku sejak kecil sudah senang membuat kue tart. Kebetulan orangtuanya membuka usaha catering, karena itu ia sering membantu sang ibu membuat kue di dapur. Wanita asal Lampung ini lalu mendalami hobinya dengan mencoba membuat 3D cakes atau kue dekorasi.

Uang belanja yang diberikan oleh suaminya disisihkan sebagian untuk membeli buku-buku mengenai dekorasi makanan. Kemudian ia mencoba membuat kue sendiri. Sudah puluhan kali Hesti gagal membuat kue dekorasi yang maksimal tapi tidak pernah menyera untuk mencobanya kembali. Setiap berhasil membuat satu kue ia foto lalu dimasukkan ke Facebook. Ternyata foto tersebut menimbulkan respon positif dari teman-temannya. Banyak yang tertarik melihat kue buatan wanita berhijab ini.

"Awalnya bikin untuk sendiri terus di-posting terus ada teman yang nanya, dari situ pesenan datang satu per satu, pesenan dari teman ke teman, lalu coba bikin blog alhamdulillah sampai sekarang dari 2010," ujar wanita lulusan Komunikasi Universitas Lampung itu.

Setelah itu, ia mulai mencoba bisnis kue ulang tahun dengan dekorasi unik. Sebenarnya sejak dulu Hesti tidak ingin bekerja kantoran tapi tetap menghasilkan uang. Hal itu menurun dari kedua orangtuanya yang memiliki penghasilan dari usaha sendiri. Ia juga ingin menghasilkan uang di rumah demi anak-anaknya.

Hanya bermodal oven dan mixer lama bekas orangtua, Hesti tidak menyerah membuat berbagai dekorasi kue. Istri dari Mohammad Elbana itu mencoba menciptakan bermacam-macam desain sesuai dengan selera anak. Ini juga salah satu cara menghadapi persaingan dengan toko kue lainnya. Tak hanya 3D cakes tapi ia melengkapi usahanya dengan kue ringan seperti cupcakes dan cookies.

Kini Hesti telah memiliki pelanggan tetap terutama dari Jakarta. Ada pula pelanggan dari berbagai daerah seperti Sumatra, Jawa, dan kota lain yang bisa dijangkau dengan Titipan Kilat (Tiki). Namun biasanya yang dikirim ke luar kota hanya kue ringan seperti cookies atau cupcakes karena kue tart sendiri memiliki risiko besar bila harus dikirim melalui Tiki.

Saat ini ia memang belum mau membuat toko melihat kedua buah hatinya yang masih kecil. Meskipun demikian, setiap hari ibu dari Fiona Khalisa El Bana dan Serafina Raeesa El Bana itu selalu ada pesanan dan sebulan bisa menerima 30 sampai 40 kue, baik 3D cakes, cupcakes, maupun cookies. Ia juga dibantu oleh lima pegawainya untuk menyelesaikan urusan tersebut.

Jika dulu wanita kelahiran 22 Mei 1981 ini menjual 3D cakes dengan harga Rp 350 ribu, saat ini naik menjadi Rp 550 ribu hingga Rp 4 jutaan tergantung bentuk dan tingkat kesulitan kue tersebut. Sedangkan cupcakes dan cookies ia hargai sekitar Rp 12 ribuan.

Bagi Anda yang ingin mengikuti jejaknya, Hesti menyarankan agar tidak pantang menyerah. Coba terus apa yang Anda yakini bisa dan jangan pernah menganggap remeh pekerjaan tersebut. Menurutnya, semua bisa berhasil karena ada niat dan mau menjalankannya.

"Intinya niat, soalnya kalau nggak punya duit kalau dia niat pasti bisa, nggak punya skill kalau dia niat pasti bisa. Jadi intinya niat yang paling utama," sarannya di akhir perbincangan dengan Wolipop.



Redaksi: redaksi[at]wolipop.com
Informasi pemasangan iklan
Hubungi sales[at]detik.com,
Telepon 021-7941177

Photo Gallery

Wolipop's Social Media

@ redaksi@wolipop.com