Q&A
Kirim Pertanyaan dengan ID : Facebook facebook twit Twitter anim Anonymous
konsultan
Konsultasi Cinta bersama:
Ratih Ibrahim
Psikolog dan Pendiri Conseling and Development Center PT Personal Growth
Twitter @ratihibrahim

Kamis, 22/08/2013 17:01 WIB

Cara Menegur Suami yang Tak Memberi Nafkah karena Mau Kejar Mimpi

img
Dok. Thinkstock
Jakarta - Ibu Ratih, suami saya mengejar mimpinya dengan berdagang, namun hasilnya bisa dibilang tidak ada. Meskipun hasilnya tidak ada, tapi dia tetap bertahan untuk berdagang dan tidak mau cari pekerjaan. Jadi selama menikah, saya yang mencari nafkah. Saya merasa berat karena saya juga yang membayari hutang-hutang suami. Kami sudah 5 tahun menikah dan kalau saya minta suami cari pekerjaan dia bilang jangan suruh dia cari kerja karena dia tidak suka menjadi bawahan/karyawan, setelah itu kami pasti bertengkar. Ditambah lagi kami telah memiliki anak dan makin besar biaya untuk anak.

Saya ingin sekali suami mencari pekerjaan karena biaya hidup semakin tinggi dan saya sudah tidak sanggup lagi sendirian mencari nafkah. Mohon saran dari Ibu bagaimana cara menasehati suami agar sadar kalau dia juga punya tanggung jawab mencari nafkah. Terimakasih.

(Nina, 35 Tahun)

Jawab:

Hallo Mbak Nina.. Salam kenal ya..

Pastinya cukup berat jika kamu yg menanggung beban mencari nafkah seorang diri. Untuk mencari nafkah tidak hanya didapat dari bekerja dengan orang lain. Tapi masih banyak jalan, salah satunya adalah berdagang. Sebelumnya kamu harus pahami terlebih dahulu mengapa suami mempertahankan usaha dagangnya tersebut. Dengarkan semua pernyataan dari suami, gunakan empati untuk memahaminya.

Setelah itu, coba kamu bahas dengan suami mengapa usaha dagangnya selalu tidak ada untung? Bantu suami untuk menemukan solusi agar usahanya dapat menghasilkan income. Cari waktu yang tepat untuk membicarakan hal ini, misalnya di saat sedang santai dan ada kesempatan untuk bicara bedua. Kemudian bersama-sama menetapkan target, misalnya jika dalam waktu 1 tahun tidak ada perubahan income dalam usaha dagangnya, maka ia harus mencari usaha lain. Selain itu, ungkapkan juga betapa kamu sudah lelah untuk mencari nafkah seorang diri, bicara dari hati yang tulus. Sehingga hatinya tersentuh.

(eny/eny)


Artikel Wolipop juga bisa dibaca melalui aplikasi Wolipop Android, iPhone. Install sekarang!
Silakan  atau daftar untuk mengirim komentar
Tampilkan Komentar di:        

Redaksi: redaksi[at]wolipop.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com


Konsultan

Konsultasi Diet & Fitness

Bersama :

Dr. Phaidon Toruan

Konsultasi Cinta

Bersama :

Ratih Ibrahim

Konsultasi Seks

Bersama :

Dr. Vanda Mustika

Konsultasi Tarot

Bersama :

Rani Dharma

Konsultasi Hijab

Bersama :

Dian Pelangi