Jumat, 26/04/2013 08:05 WIB

Tak Cuma Modal Cantik, Ini Syarat yang Harus Dimiliki Model

Eny Kartikawati - wolipop
Tak Cuma Modal Cantik, Ini Syarat yang Harus Dimiliki Model dok. Wolipop
Jakarta - Melihat model-model berlenggak-lenggok di catwalk, sebagian orang akan menganggap pekerjaan mereka mudah. Para model ini sering dianggap hanya bermodalkan penampilan saja. Walau tak dipungkiri penampilan memang penting, sebenarnya ada syarat lain yang harus dimiliki model jika ingin terus eksis. Berikut ini beberapa persyaratan untuk menjadi seorang model catwalk profesional seperti dipaparkan koreografer fashion ternama Edwan Handoko dan pemilik agensi Look Model Inc., Keke Suryo:

1. Penampilan Menarik
Salah satu syarat menjadi model catwalk yang orang sudah banyak tahu adalah memiliki wajah menarik dan tubuh proporsional. "Kalau mau di catwalk itu sekarang minimal 170 cm untuk wanita dan 180 cm untuk pria. Lebih tinggi bagus, tapi jangan ketinggian, over jadinya. Kalau bisa buat wanita kakinya lebih panjang dari badannya," ujar Keke saat ditemui di kantor Look Model Inc, Dharmawangsa Square, Jakarta Selatan, Kamis (18/4/2013).

Sementara Edwan menambahkan untuk tinggi badan sekarang ini persyaratannya sudah lebih ketat ketimbang dulu. Jika di zaman dulu wanita dengan tinggi 168 atau 170 cm sudah bisa menjadi model, sekarang ini harus lebih tinggi. "Sekarang kalau mau di panggung besar minimal 175 cm. Brand-brand luar negeri mereka minta yang 178 cm. Kalau tinggi baju akan terlihat bagus," jelasnya.

Selain badan yang proporsional, menurut Keke, fisik yang menarik bisa menjadi nilai tambah. Jadi sebaiknya model tersebut memiliki kulit yang mulus, wajah tidak berjerawat, gigi rapi, dan rambut indah.

2. Karakter
Karakter juga penting dimiliki seorang model. Dengan karakter yang kuat, dia lebih mudah dikenali dan bisa bertahan lama. Karakter ini dijelaskan Edwan bisa dari berbagai sisi, seperti wajahnya, cara berjalan atau body language. Apakah karakter ini dibentuk atau dibuat? Berbeda-beda pada setiap model.

Ada yang dari awal sudah terbentuk, wajahnya unik, jalannya unik. Ada yang membentuk dirinya sendiri. Misalnya Kimmy Jayanti," ujar Edwan yang berbincang dengan wolipop di sebuah restoran di Senayan City, Jakarta Selatan, Rabu (17/4/2013).

Dicontohkannya saat datang ke Jakarta, Kimmy belum memiliki karakter seperti yang sudah dikenal sekarang. Dia sama seperti model pada umumnya, tinggi, berkulit cokelat dan rambut hitam. "Akhirnya dia potong rambutnya, diwarnain, jadilah dia. Sekarang dia terkenal," jelasnya.

3. Disiplin & Mau Bekerja Keras
Disiplin dan kerja keras adalah modal penting yang perlu dipunyai model jika ingin bertahan lama. Disiplin di sini bisa dalam berbagai hal mulai dari menjaga badan hingga urusan datang tepat waktu untuk gladi resik sebelum show. Edwan mencotohkan bagaimana seorang model harus bekerja keras saat akan show. Kerja keras pertama dimulai dengan mengikuti proses audisi. Untuk tampil dalam show desainer atau brand, model bersaing dengan model lainnya. Proses audisi ini bisa beberapa kali. Setelah terpilih, si model harus disiplin untuk bangun pagi saat akan show. Biasanya jika show digelar di sebuah mal, gladi resik dilakukan pada pukul 07.00 sebelum mal buka. Padahal fashion shownya baru akan berlangsung pukul 19.00.

"Belum lagi kalau fashion week, sehari bisa 7-8 show. Jam 11 harus sudah selesai GR (gladi resik). Model bisa dipanggil untuk GR jam 4 atau jam 5 pagi. Selesai show jam 10-11 malam. Dan itu selama seminggu begitu terus," kisah pria yang sudah menjadi koreogrfaer fashion show selama 10 tahun itu.

4. Attitude
Ketika seorang model ingin sukses dan terus dipakai desainer atau brand, menurut Edwan, dia harus pandai menjaga sikapnya. Apalagi saat bekerja, model kerjasama dengan banyak pihak mulai dari koreografer, fitter hingga make-up artist. Berdasarkan pengalamannya, Edwan melihat ada model yang terkadang semaunya sendiri. Misalnya sudah didandani make-up artist, kemudian mengubah dadananan tersebut. Ada juga model yang kerap mengeluhkan ketika sedang bekerjasama dengan fitter di belakang panggung. Fitter merupakan orang yang melakukan pengepasan baju pada model.

"Kalau dia nggak bisa kerjasama sama fitter, misalnya disuruh pakai sepatu ini ngeluh, baju ini dibilang begitu lah. Fitter bisa tersinggung. Fittes bisa kesal dan bilang ke desainernya kalau model A nggak bagus," tuturnya.

5. Pintar
Siapa bilang menjadi model tak perlu memakai otak? Menurut Keke anggapan itu sangat salah. Kepintaran diperlukan agar model bisa menyerap semua keinginan orang-orang yang terlibat dalam sebuah fashion show.

"Modal harus pintar karena harus berinteraksi dengan lingkungannya, fotografer, desainer, koreografer, lebih jauh lagi dengan make-up artist. Kalau dia nggak pintar, itu kan koreografer butuh ketepatan dia jalan, itu hal yang simple tapi dia harus fokus," urai Keke.


(eny/kik)

Redaksi: redaksi[at]wolipop.com
Informasi pemasangan iklan
Hubungi sales[at]detik.com,
Telepon 021-7941177

Wolipop's Social Media

@ redaksi@wolipop.com