Jumat, 08/03/2013 07:36 WIB

Liputan Khusus

Perjanjian Pranikah Penting untuk Wanita, Yuk Mengenal Lebih Jauh

Arina Yulistara - wolipop

Halaman 1 dari 2
img
dok. Thinkstock
Jakarta - Di Indonesia, tidak semua pasangan yang akan melangsungkan pernikahan, tahu mengenai prenuptial agreement (prenup) atau perjanjian pra nikah. Oleh sebab itu, tidak ada salahnya Anda mengetahui sejak dini mengenai perjanjian tersebut.

Perjanjian pernikahan sudah ada dalam Undang-Undang Perkawinan No. 1 Pasal 29 Tahun 1974. Dalam pasal 29 tertulis: "Pada waktu atau sebelum perkawinan dilangsungkan kedua belah pihak atas persetujuan bersama dapat mengajukan perjanjian tertulis yang disahkan oleh pegawai pencatat perkawinan, setelah mana isinya berlaku juga terhadap pihak ketiga tersangkut."

Meski telah ada sejak dulu, belum banyak pasangan yang menerapkan perjanjian pranikah ini. Beberapa orang merasa perjanjian pranikah adalah bentuk kepesimisan pada pernikahan karena biasanya isinya membahas mengenai kesepakatan setelah cerai.

Padahal kenyataannya isi perjanjian pranikah tidak selalu tentang kesepakatan setelah cerai. Pendiri situs pranikah Ade Novita, S.H. menjelaskan isi perjanjian tersebut bisa bermacam-macam, sesuai kesepakatan pasangan.

"Prenup itu kebebasan berkontrak, kita boleh nyantumin apa saja sepanjang nggak melanggar hak orang lain," tutur Ade Novita, S.H., selaku pengacar sekaligus salah satu pendiri website www.pranikah.org kepada wolipop di Universitas Atma Jaya, Senin (4/3/2013).

Ade menuturkan, pre-nup tidak hanya berguna untuk melindungi harta, tapi juga hak dan kewajiban serta hal lain bila merasa perlu menuliskannya dalam perjanjian. Dalam prenup semua bisa ditulis secara detail dengan kesepakatan kedua belah pihak.

Prenup akan berguna di kemudian hari bila terjadi sesuatu dalam rumah tangga. Sebagai contoh, ada seorang wanita anak tunggal dan dia akan mewarisi harta kekayaan orangtuanya secara besar-besaran. Saat wanita tersebut menikah, perjanjian pranikah bisa mengatur apakah harta warisan menjadi milik bersama atau tetap punya istri. Jika tidak ada perjanjian pranikah, posisi wanita tersebut bisa lemah, terutama jika suaminya tipe otoriter. Harta warisan tersebut bisa dikuasai oleh pihak suami.Next

Halaman 1 2
(aln/eny)


Artikel Wolipop juga bisa dibaca melalui aplikasi Wolipop Android, iPhone. Install sekarang!
Silakan  atau daftar untuk mengirim komentar
Tampilkan Komentar di:        

Redaksi: redaksi[at]wolipop.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com