Q&A
Kirim Pertanyaan dengan ID : Facebook facebook twit Twitter anim Anonymous
konsultan
Konsultasi Seks bersama:
Dr. Vanda Mustika

Jumat, 25/01/2013 18:03 WIB

Sperma Seperti Apa yang Sehat Agar Bisa Cepat Punya Anak?

img
Dok. Thinkstock
Jakarta - Dok, saya baru saja menikah. Setelah bercinta, kalau saya perhatikan sperma suami saya seperti jelly. Apakah itu normal? Mungkinkah kami bisa punya anak? Sperma seperti apa yang sehat?

(Tiffana, 28 Tahun)

Jawab:

Sebelumnya saya ucapkan selamat atas penikahannya. Tentunya segala hal yang berhubungan dengan reproduksi laki-laki menjadi hal baru buat anda ya, termasuk cairan sperma ini. Cairan sperma atau sering disebut dengan semen, merupakan cairan yang dikeluarkan penis saat terjadinya ejakulasi. Setelah terjadi penetrasi penis ke dalam vagina, maka gesekan ritmik yang berulang dapat menyebabkan terjadinya ejakulasi sperma yang biasanya berbarengan dengan terjadinya orgasme.

Seperti halnya cairan tubuh lainnya, maka cairan ejakulasi ini terdiri dari dua bagian, yang pertama adalah spermatozoa dan cairan semen. Spermatozoa merupakan bagian yang dapat membuahi sel telur anda, tidak terlihat dengan mata telanjang dan hanya dapat terlihat melalui mikroskop. Secara kasat mata cairan semen berwarna putih, kadang keabu-abuan, agak kental, mengandung garam, protein dan fruktosa untuk makanan spermatozoa.

Untuk mengetahui kemampuan cairan sperma suami anda untuk membuahi tidak dapat ditentukan dengan melihat konsistensinya yang seperti jelly, dan juga tidak bisa ditentukan dari kekentalan atau keencerannya. Namun harus dilakukan pemeriksaan di laboratorium yaitu analisis sperma. Nantinya akan diperiksa secara makroskopis dan mikroskopis (dilihat melalui mikroskop).

Secara makroskopis, volume sperma sekitar 2-5 cc, berwarna putih keabu-abuan, sedikit kental, berbau seperti akasia/pinus. Sperma yang normal tidak boleh bercampur darah atau nanah, serta berbau busuk. Setelah diperiksa dengan mata telanjang, maka kemudian dilakukan pemeriksaan dengan mikroskop. Dengan mikroskop dilihat jumlah spermatozoanya harus lebih dari 20 juta/cc, kemudian juga dilihat kepadatan spermatozoa dalam cairan semen dan motilitas atau keaktifan dari spermatozoa. Selain itu juga dilihat keutuhan atau bentuk kepala dan ekornya harus normal, bentuk yang abnormal tidak boleh melebihi 40% dari spermatozoa yang ada. Selain pemeriksaan mikroskopis tersebut, juga dilakukan pemeriksaan analisis cairan semen, yaitu seberapa banyak kandungan fruktosa atau proteinnya.

Pemeriksaan analisis sperma seperti di atas biasanya dilakukan bagi pasangan yang sudah menikah >1 tahun yang belum dikaruniai kehamilan. Bila sudah menikah selama 1 tahun dan rutin melakukan hubungan seksual, namun belum dikaruniai kehamilan, maka dikatakan pasangan tersebut mengalami infertilitas primer. Pemeriksaan awal yang paling mudah adalah dengan melakukan analisis sperma ini, untuk kemudian dilanjutkan dengan pemeriksaan –pemeriksaan lainnya. Untuk anda dan pasangan yang beru menikah, ada baiknya untuk lebih bersabar dan melakukan hubungan seksual secara rutin, disarankan untuk melakukan hubungan seksual 2-3 hari sekali, untuk menjaga kualitas sperma tetap baik, karena pematangan sperma terjadi dalam 3 hari.




(eny/eny)


Artikel Wolipop juga bisa dibaca melalui aplikasi Wolipop Android, iPhone. Install sekarang!
Silakan  atau daftar untuk mengirim komentar
Tampilkan Komentar di:        

Redaksi: redaksi[at]wolipop.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com


Konsultan

Konsultasi Diet & Fitness

Bersama :

Dr. Phaidon Toruan

Konsultasi Cinta

Bersama :

Ratih Ibrahim

Konsultasi Seks

Bersama :

Dr. Vanda Mustika

Konsultasi Tarot

Bersama :

Rani Dharma

Konsultasi Hijab

Bersama :

Dian Pelangi