Selasa, 18/12/2012 10:32 WIB

Liputan Khusus

Kisah Wanita yang Bahagia Saat Diberi Harapan Palsu

Arina Yulistara - wolipop
Kisah Wanita yang Bahagia Saat Diberi Harapan Palsu Dok. Thinkstock
Jakarta - Entah disengaja atau tidak, pria suka membuat hati wanita melayang saat sedang pendekatan. Namun bagaimana bila pendekatan itu tidak pernah berujung seolah 'digantung' terus menerus? Pasti menimbulkan rasa ketidaknyamanan yang membuat perasaan menjadi kacau.

Namun Dyah yang menjadi salah satu korban pria pemberi harapan palsu (PHP) mengakui bahwa pengalamannya juga memberikan manfaat untuk hidup kedepannya.

Dyah banyak belajar dari hubungannya dengan pria itu, sebut saja Rino. Selain bisa merasakan yang namanya 'di-PHP-in', ia merasa hidupnya lebih berwarna dan wawasan semakin luas karena Rino termasuk salah satu pria cerdas yang pernah ditemui olehnya. Dyah pun semakin bisa menghargai waktu serta belajar lebih baik untuk hubungan selanjutnya.

"Kalau keuntungannya sih, jadi ngerasain di-PHP-in itu kayak gimana, hidup aku jadi berwarna, aku jadi tahu dunia kerja dari dia, wawasanku pun semakin berkembang," tutur Dyah kepada wolipop saat dihubungi melalui telepon, Senin (17/12/2012).

Dyah menceritakan, pertama kali berkomunikasi dengan Rino melalui pesan singkat yang tiba-tiba 'nyasar' ke telepon genggamnya pada April 2010. Ternyata Rino tinggal di sekitar rumah Dyah. Singkat cerita, mereka berkenalan dan menjalin komunikasi yang cukup intens.

Hampir setiap malam Rino selalu meneleponnya. Keduanya berbincang-bincang mengenai banyak hal seperti sepasang kekasih yang sedang dimabuk asmara. Bahkan mereka suka lupa waktu karena asyik mengobrol. Sesekali setelah pulang kerja, Rino sering mengajaknya pergi makan malam berdua.

Hubungan kian berkembang meski tidak pacaran. Pada awalnya, Dyah memang tidak mempedulikan status mereka karena saat itu tidak ingin mempunyai ikatan khusus. Namun setelah berjalan enam bulan, ia mulai resah dengan hubungan tanpa kepastian yang jelas.

"Aku merasa nyaman dan aku tidak menuntut masalah status karena saat itu aku nggak ingin banget terikat tapi semakin ke sini hampir setengah tahunan baru mikir (tentang status)," urai wanita yang kuliah di salah satu perguruan tinggi negeri itu.

Belum sempat menanyakan kejelasan status dengan Rino, Dyah dikejutkan oleh cerita dari temannya sendiri. Teman Dyah mengaku kalau ia sedang didekati seorang pria sejak tiga setengah bulan yang lalu. Pria tersebut tidak lain adalah Rino.

Dyah dan temannya sama sekali tidak tahu bahwa mereka didekati oleh pria yang sama. Setelah saling tukar cerita, temannya merasa kecewa dan langsung memutuskan semua komunikasi dengan Rino, baik melalui pesan singkat atau telepon.

Akan tetapi, Dyah bertahan karena ia tidak bisa lepas kenyamanan dengan pria itu. Padahal teman-teman kampus sudah menyarankannya untuk meninggalkan Rino. Dyah bimbang dan akhirnya memilih untuk mengajak Rino membicarakan hubungan mereka berdua. Jawaban pria yang berprofesi sebagai pegawai negeri sipil (PNS) itu sontak membuat Dyah kaget dan kecewa.

"Setelah satu tahun, aku ngajak ngomong nih cowok dan akhirnya dia bilang, 'aku gak (pendekatan), aku bersikap kayak gini normal seperti sama teman aku lainnya' terus aku langsung speechless, aku merasa ini nggak berujung dan itu (menyebalkan). Akhirnya aku mengambil keputusan yang sama dengan temen aku karena dia cuma menganggap aku teman," cerita Dyah dengan nada menyesal.

Rino heran dengan perubahan sikap Dyah setelah wanita berumur 21 tahun ini mengambil tindakan tegas. Rino juga kerap bertanya-tanya mengapa statusnya sebatas teman dijadikan masalah yang serius hingga membuat Dyah menjauh?

Seiring berjalannya waktu akhirnya Rino mengerti dan menghormati keputusan Dyah. Kini, keduanya menjaga jarak dan hanya berkomunikasi melalui Facebook tidak seintim dahulu.

(aln/rma)




Redaksi: redaksi[at]wolipop.com
Informasi pemasangan iklan
Hubungi sales[at]detik.com,
Telepon 021-7941177

Photo Gallery

Other Articles

Wolipop's Social Media

@ redaksi@wolipop.com