Selasa, 13/11/2012 08:05 WIB

Liputan Khusus

Pacaran Beda Usia, Idealnya Terpaut Berapa Tahun?

Arina Yulistara - wolipop
Pacaran Beda Usia, Idealnya Terpaut Berapa Tahun? ist.
Jakarta - Menjalin hubungan dengan pria yang berbeda usia jauh jadi pilihan 79% wanita, berdasarkan survei wolipop. Apakah Anda juga tengah menjalaninya? Menurut Zoya Amirin, ada batasan usia yang harus diperhatikan jika ingin hubungan cinta awet.

Psikolog seksual ini menjelaskan perbedaan usia antara pasangan sebaiknya jangan sampai lebih dari 14 tahun. Jika perbedaan usia lebih dari 14 tahun akan terjadi jarak yang cukup besar dan jauh. "14 tahun itu tugas perkembangannya terlalu berbeda sehingga kemungkinan perbedaan yang memicu perceraian juga lebih tinggi," jelas Zoya saat berbincang dengan wolipop di Senayan City, Jakarta Selatan belum lama ini.

Wanita yang meraih gelar master bidang psikologis klinis dari Universitas Indonesia itu mengatakan lagi, bukan berarti semua pasangan yang berbeda usia 14 tahun tidak bisa berhasil dalam menjalani hubungan. Kalaupun berhasil ada berbagai faktor yang mendukung.

"14 tahun itu generasinya jauh berbeda. Pasangan beda usia itu kayak datang ke reunian yang tahunnya beda. Dia lagi sibuk ngomongin Bee Gees, sementara yang satu lagi ngomongin boyband, itu membuat orang susah mau connect," tuturnya.

Selain rentang perbedaan usia, ada banyak faktor lain yang harus diperhatikan jika ingin hubungan beda umur langgeng. Pertama adalah seberapa banyak Anda dan pasangan mau melakukan penyesuaian.

Memang selama ini ada anggapan, hubungan akan jadi lebih menarik ketika pasangan memiliki perbedaan. Tapi menurut Zoya kalau perbedaan itu terlalu banyak, bisa membuat hubungan jadi lebih sulit. Kondisi itu membuat pasangan harus terus melakukan penyesuaian sepanjang usia hubungan mereka.

"Penyesuaian bukan kompromi. Tapi kompromi yang harus ada adjustment-nya. Misalnya komprominya sudah empat, adjustment-nya harus lima," imbuh wanita yang mengisi acara Sexophone di Trans TV itu.

Zoya pun mencontohkan apa yang dia maksud kompromi dan penyesuaian ini. Misalnya saat pasangan bertengkar, salah satu pihak memilih berkompromi, namun karena terpaksa. Yang benar adalah dia harus berkompromi sekaligus melakukan penyesuaian. Jalani apa yang sudah disepakati bersama tanpa merasa terpaksa dan memang kesepakatan itu memang benar untuk dilakukan.

Faktor penentu kedua adalah compatibility atau kesesuaian. Sebelum menjalani hubungan ke jenjang yang lebih serius yaitu pernikahan, Anda harus memperhatikan apakah memang memiliki banyak kesesuaian atau kecocokan atau tidak dengan pasangan. Kesesuaian ini harus dilihat mulai dari secara sosial, spiritual, financial dan seksual.

"Kita cari yang kesesuaiannya memang lebih tinggi. Kecuali kalau oke, kamu memang sukanya diam, duduk di rumah, dia sukanya clubbing, jangan diributin. Jangan berharap besok-besok pas menikah dia berubah," urai Zoya yang merampungkan studi bidang seksologi di Universitas Udayana itu.


(eny/eny)




Redaksi: redaksi[at]wolipop.com
Informasi pemasangan iklan
Hubungi sales[at]detik.com,
Telepon 021-7941177

Photo Gallery

Other Articles

Wolipop's Social Media

@ redaksi@wolipop.com