Jumat, 02/11/2012 14:34 WIB

Liputan Khusus

Lulusan SMA Berpeluang Kecil Jadi PNS

Arina Yulistara - wolipop

img
Dok. Detikfoto
Jakarta - Persaingan menjadi Pegawai Negeri Sipil (PNS) saat ini cukup ketat. Ada beberapa persyaratan yang perlu dipenuhi serta tes kompetensi untuk mengetahui kualitas diri Anda. Sayangnya, lulusan SMA hanya mempunyai sedikit peluang agar bisa lolos menjadi PNS.

Akhir Oktober kemarin, wolipop mempunyai kesempatan untuk berbincang-bincang dengan Gatot Sugiharto, selaku Biro Hukum dan Humas Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (Kementerian PAN dan RB). Pria yang akrab disapa Gatot ini menjelaskan kalau sekarang penyeleksian menjadi pegawai negeri sangat ketat.

Menurutnya, saat ini PNS tidak menerima lulusan Sekolah Menengah Atas (SMA), kalaupun ada pasti jarang terjadi atau hanya di daerah terpencil saja. "Untuk masuk pegawai negeri itu kita tidak menerima SLTA, paling nggak ya ada D1, D2, dan seterusnya. Kalau mungkin SLTA yang kejuruan mungkin ada tapi langka, sangat selektif sekali, dan mungkin untuk daerah-daerah yang memerlukan pegawai mendesak, tapi kalau untuk rekruitmen di kota dan daerah maju nggak menerima lulusan SMA," ungkap Gatot yang ditemui oleh wolipop di kantor Kementerian PAN dan RB.

Pria yang mempunyai cita-cita membangun sebuah sekolah itu menjabarkan lulusan SMA yang terpilih hanya bila memiliki keahlian khusus atau lulusan Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) dan hal itu juga tergantung kebutuhan tenaga kerja dari instansinya.

Untuk rentang usia PNS, dalam Undang-Undang Dasar (UUD), pria dan wanita bisa mendaftar mulai umur 18 hingga 35 tahun. Namun, ada instansi-instansi tertentu yang mempunyai kebijakan sendiri dengan membatasi umur calon pegawai negeri sekitar 31 sampai 32 tahun saja.

Selain umur dan pendidikan, Anda perlu memperhatikan tes masuk PNS. Tes yang paling utama adalah tiga komponen dasar seperti tes kepribadian, pengetahuan umum, dan wawasan kebangsaan. Tiga komponen itu memiliki ambang batas atau passing grade masing-masing. Sebagai contoh, bila Anda lulusan perguruan tinggi kemudian tes kepribadiaan dan pengetahuannya di atas passing grade, tapi kepribadiannya di bawah ambang batas yang telah ditentukan berarti Anda tidak lolos seleksi. "Jadi di situ bisa dinilai dan diproyeksikan bahwa nanti hasilnya akan berkualitas," papar pria lulusan Fakultas Sosial Politik di Universitas Gadjah Mada (UGM) itu.

Setelah lolos tes kompetensi, Anda tidak langsung diangkat menjadi PNS. Ada pula tes wawancara dan kesehatan. Kalau lulus, status Anda masih Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) hingga satu tahun yang kemudian dievaluasi kembali. "Statusnya masih CPNS sampai satu tahun, dievaluasi dulu, diajukan lagi sampai dua tahun kalau lebih dari itu, bisa dipecat. Minimal tetap satu tahun," terang bapak empat anak itu.

Gatot mengharapkan pegawai negeri sekarang mempunyai kualitas yang lebih tinggi agar bisa membuat negara semakin baik. Kualitas itu sepadan dengan tunjangan yang didapat oleh PNS. Tunjangan tersebut berupa tunjangan anak, istri, suami, dan lain sebagainya sesuai dengan peraturan pemerintah.

Karena pegawai negeri bekerja untuk mengabdi pada negara, PNS juga mempunyai jam kerja yang telah diatur oleh sistem pemerintahan. Sesuai dengan peraturan presiden, pegawai negeri wajib masuk 37,5 jam setiap minggu atau 7,5 sampai 8 jam per hari dari Senin hingga Jumat.

(aln/eny)


Silakan  atau daftar untuk mengirim komentar
Tampilkan Komentar di:        

Redaksi: redaksi[at]wolipop.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com