Selasa, 11/09/2012 16:11 WIB

Liputan Khusus

Risiko Menggunakan Krim Pemutih yang Tidak Aman

Kiki Oktaviani - wolipop

img
dok. Thinkstock
Jakarta - Meski keinginan untuk memiliki kulit putih sangat besar, namun Anda juga harus cermat dalam memilih produk pencerah. Jangan hanya tergoda akan hasil krim yang instan, Anda tidak mengetahui efek buruk yang bisa terjadi pada kulit. Bahkan sudah tahu efeknya, tapi karena terobsesi jadi putih, Anda tetap menggunakan produk pemutih yang berbahaya.

Seperti dijelaskan dr. Nenden Prabu, SpKK saat diwawancari wolipop, Jumat (7/9/2012), krim yang mengandung merkuri sangat berbahaya. "Merkuri bisa merangsang kanker kulit, merusak pigmentasi dan menganggu sel yang menahan kulit dari matahari."

Risiko lainnya ketika menggunakan produk pemutih berbahaya adalah kulit jadi teriritasi, dermatitis, alergi. Selain itu bisa lebih gelap dari warna kulit sebelumnya alias menghitam atau gosong.

Dijelaskan sebelumnya, hidrokinon merupakan kandungan yang cukup aman jika dalam pengawasan dokter. Namun bukan berarti tidak memiliki bahaya.

Jika terlalu banyak kandungan hidrokinon, kulit bisa jadi lebih sensitif. Sehingga campuran senyawa tersebut ada batasannya, hanya empat persen dan dibatasi waktu pemakaiannya.

"Untuk hidrokinon ada batasannya, hanya sebanyak empat persen. Dibatasi juga waktu pemakaiannya. Jika sudah putih sebaiknya pemakaiannya dikurangi," jelas dr. Nenden.

Bahan yang tidak memiliki risiko adalah dengan menggunakan cara-cara alami, seperti menggunakan sunblock, pelembab dan pola makan yang baik. Jika ingin menggunakan krim atau laser sebaiknya konsultasikan kepada dermatologi, agar dokter kulit memberikan perawatan yang tepat.


(kik/kik)


Redaksi: redaksi[at]wolipop.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi :
  • email : sales[at]detik.com


Silakan  atau daftar untuk mengirim komentar
Tampilkan Komentar di:        

Hot Products

Cari Penawaran Terbaik di Sini