Senin, 10/09/2012 07:02 WIB

Risiko Kesehatan dan Efek Samping Dari Terapi Pijat

Eya Ekasari - wolipop

img
dok. Thinkstock
Jakarta - Pijat dipercaya bisa memberikan manfaat fisik dan emosional. Mulai dari meredakan cedera otot hingga mengurangi stres dan cemas. Namun, terapi pijat juga memiliki efek samping yang berisiko pada kesehatan.

Dikutip dari Live Strong, pijat pada umumnya aman. Tetapi bisa menimbulkan risiko pada sebagian orang. Oleh karena itu, ada baiknya jika Anda berkonsultasi terlebih dulu terutama, jika Anda sedang hamil atau mengalami pembekuan darah. Selain berkonsultasi, simak pula beberapa risiko dan efek samping terapi pijat.

1. Rasa Sakit
Beberapa jenis teknik pijat bisa menimbulkan rasa nyeri sehari setelah melakukan pemijatan. Teknik pijat melibatkan berbagai tekanan, baik lembut dan kuat. Biasanya teknik itu bertujuan untuk mengobati luka atau jaringan otot. Pijat seharusnya tidak menyakitkan, terlepas dari apapun teknik pijatannya. Jika saat dipijat Anda merasakan sakit, sebaiknya segera beritahu terapis agar ia dapat memberikan tekanan yang bisa ditolerir oleh tubuh.

2. Alergi
Saat melakukan pijat, banyak terapis yang memadukannya dengan minyak pijat, lotion atau minyak aromaterapi yang ternyata bisa memicu reaksi alergi. Hal ini bisa diatasi dengan mencoba terlebih dulu minyak pijat pada punggung tangan untuk mengetahui adanya reaksi alergi, sebelum akhirnya diaplikasikan ke seluruh tubuh Anda.

3. Gula Dara Rendah
The University of Maryland Medical Center (UMMC) menyarankan agar penderita diabetes untuk memeriksa tekanan gula darah sehabis pijat. Terapi pijat terkadang bisa membuat tekanan gula darah menurun. UMMC juga merekomendasikan bahwa penderita diabetes yang suka pijat secara rutin, juga harus membuat grafik untuk melihat pola dari gula darahnya.

4. Gumpalan Darah
Terapi pijat bisa berbahaya bagi mereka yang memiliki gumpalan darah dalam tubuh. Dengan pijat, gumpalan darah tersebut bisa berpindah tempat ke jantung atau otak sehingga dapat menyebabkan serangan jantung dan stroke. Hal tersebut dikemukakan oleh situs kesehatan Body Worker.

5. Cidera
Terapis pijat yang kurang profesiona bisa berpeluang memberikan luka selama perawatan. Namun spesialis rehabilitasi fisik Dr Robert Gotlin, yang bekerja di Beth Israel Medical Center di New York, mengatakan bahwa masalah biasanya muncul ketika orang yang dipijat sudah luka atau bermasalah. Cidera akibat terapis yang tak profesional, cenderung berisiko rendah karena sebelum menjadi terapi mereka harus mendapatkan lisensi yang sah dan Anda berhak untuk melihat lisensi tersebut.

6. Kerusakan Saraf
Banyak pakar yang memperingatkan bahwa pijat dapat menyebabkan kerusakan saraf, meskipun jarang dilakukan. Richard Brassaw dari situs Disability Happens mengutip penelitian yang dilakukan oleh Arizona May Clinic yang mengungkapkan bahwa pijat terlalu dalam dan kencang bisa menyebabkan kerusakan saraf di area leher dan bahu. Kerusakan bisa terjadi jika terapis memberikan tekanan pijat yang berlebihan.

(eya/eya)


Artikel Wolipop juga bisa dibaca melalui aplikasi Wolipop Android, iPhone. Install sekarang!

Redaksi: redaksi[at]wolipop.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com