Selasa, 04/09/2012 08:55 WIB

Liputan Khusus

Terpisah Jarak Jakarta-Inggris, Hubungan Cinta Sukses Berakhir di Pelaminan

Eny Kartikawati - wolipop
Terpisah Jarak Jakarta-Inggris, Hubungan Cinta Sukses Berakhir di Pelaminan Dok. Thinkstock
Jakarta - Komunikasi dan perbedaan waktu biasanya jadi kendala terbesar ketika pasangan menjalin hubungan jarak jauh yang berbeda benua. Untungnya pasangan ini sukses dan bisa melanjutkan jalinan cinta mereka hingga ke pernikahan.

Tiara (bukan nama sebenarnya) pacaran dengan Andi sejak keduanya duduk di bangku kuliah di sebuah universitas negeri. Setelah lulus pada 2004, wanita yang kini berusia 31 tahun itu mengambil gelar master di Inggris. Terpisah jarak, Tiara dan Andi berusaha tetap menjalani hubungan mereka.

Diakui Tiara, perbedaan waktu jadi kendala terbesarnya ketika menjalin LDR dengan Andi. Perbedaan waktu antara Jakarta dan Inggris sekitar enam jam.

"Jadi kalau gue bangun, di sana tengah malam. Di sini jam 12, istirahat makan siang, di Jakarta dia udah mau berangkat kerja. Pas jam enam gue ready buat chatting, dia lagi kerja. Jadi ya suka curi-curi waktu," kisah Tiara saat berbincang dengan wolipop Senin (3/9/2012).

Selain mencuri waktu di sela-sela bekerja atau kuliah, Tiara dan Andi biasanya juga meluangkan waktu di akhir pekan untuk mengobrol via Yahoo Messenger, webcam atau Skype. Di akhir pekan itulah keduanya memaksimalkan komunikasi. "Lebih banyak di weekend. Dia free, gue juga free. Tapi nggak dijadwalin jam berapa, tergantung kegiatan kita masing-masing. Biasanya janjian dulu kapan bisanya," tuturnya.

Ketika masalah perbedaan waktu bisa teratasi, kendala lain masih ada yang kerap membuat Tiara dan Andi bertengkar. Kali ini adalah komunikasi. Biasanya mood keduanya akan berubah menjadi negatif ketika salah satu pihak tidak bisa dihubungi. Apalagi saat itu dia ingin curhat.

"Misalnya gue telepon nggak dijawab, SMS nggak dibalas, lagi chatting nggak dibalas-balas, timbul pikiran-pikiran negatif," kata Tiara yang berhasil menyelesaikan S-2 di Inggris selama setahun.

Saat salah satu pihak sudah merasa kesal, menurut Tiara, biasanya salah satu dari mereka mengalah. Untuk menyelesaikan masalah, pihak yang sulit dihubungi segera menginformasikan kondisi sebenarnya. "Kalau sudah berantem banget biasanya telepon," ujarnya.

Masalah sulit dihubungi ini menurut Tiara juga menyebabkan timbulnya isu ketidakpercayaan. Dia akan jadi berpikir yang macam-macam. Untuk mengatasi pikiran buruk itu biasanya Andi akan buru-buru menjelaskan apa yang dilakukannya.

Untungnya semua masalah di atas bisa dilalui Tiara dan Andi. Selama menjalani LDR, tidak ada masalah berarti yang menyebabkan hubungan keduanya retak. Setahun setelah Tiara menyelesaikan sekolahnya dan kembali ke Indonesia, mereka pun menikah. Setelah menikah, LDR kembali dijalani mereka. Kali ini Tiara yang ada di Jakarta dan Andi meneruskan sekolah S-2 di Australia. Perpisahan itu tidak lama, setelah enam bulan Tiara menyusul Andi.

Diakui Tiara, pasca menikah, LDR yang dijalani menjadi lebih menyenangkan. Masalah-masalah ketidakpercayaan jauh berkurang. Jarak Jakarta-Australia yang lebih dekat dengan Jakarta-Inggris juga membuat komunikasi menjadi lebih mudah dan murah.

Bagaimana agar LDR sukses? Menurut Tiara yang paling penting adalah kedua belah pihak harus setia pada komitmen yang sudah disepakati bersama. Komitmen tersebut juga termasuk pada hal-hal kecil, misalnya mengenai waktu janjian menelepon atau chatting. Hal yang juga perlu diperhatikan adalah jangan berubah menjadi orang lain. Tetaplah menjadi diri sendiri seperti ketika masih menjalani hubungan tak berjarak.


(eny/eny)




Redaksi: redaksi[at]wolipop.com
Informasi pemasangan iklan
Hubungi sales[at]detik.com,
Telepon 021-7941177

Photo Gallery

Other Articles

Wolipop's Social Media

@ redaksi@wolipop.com