Jakarta - Bagi Anda yang selama ini tidak bisa mengatur keuangan sehingga gaji bulanan selalu habis, ada cara mudah untuk mengatasi masalah tersebut. Solusinya dengan menerapkan manajemen by amplop. Apa itu?
Perencana keuangan Aidil Akbar lah yang memperkenalkan sistem manajemen by amplop ini. Dalam bukunya berjudul 'MBA, Manajemen By Amplop' yang diterbitkan oleh Rabka Production, Aidil menjelaskan apa itu mengatur uang dengan menggunakan amplop.
"Alat yang bernama MBA ini diciptakan dengan tujuan untuk mengajarkan pada masyarakat cara sederhana untuk mengatur keuangan pribadi dan keluarga dengan menggunakan amplop khusus," begitu tulis peraih gelar master di bidang pasar modal dari Woodbury University, Amerika Serikat itu.
Aidil memilih menggunakan amplop karena menurutnya benda tersebut mudah ditemui dimanapun. Kata amplop juga sudah cukup akrab di telinga karena dalam keseharian sering digunakan, seperti untuk memberi angpau saat datang ke pernikahan, melayat, undangan, dan lain-lain.
Zaman dulu, amplop juga kerap digunakan orangtua Anda untuk mengatur uang gaji yang diberikan dalam bentuk tunai. Uang gaji tersebut kemudian ditaruh di dalam beberapa amplop berbeda, untuk pembayaran berbagai keperluaan. Penggunaan amplop ini kemudian istilahnya berubah menjadi pos, seperti pos uang sekolah, pos uang belanja dan masih banyak lagi.
Seiring kemajuan teknologi, pos-pos atau amplop-amplop ini tidak digunakan lagi. Orang-orang sudah tidak lagi pusing mengatur pembayaran karena semuanya bisa dilakukan via ATM dan kartu kredit. Namun menurut Aidil, kehadiran teknologi seperti ATM dan kartu kredit ini justru yang menyebabkan orang Indonesia jadi konsumtif.
"Kemudahan teknologi yang membuat anggota masyarakat menjadi mudah dalam mengakses uang mereka, menjadikan mereka lebih mudah lagi membelanjakannya tanpa rem," jelas pria yang mendirikan Akbar’s Financial Check Up itu.
Berkaca pada kondisi tersebut, Aidil pun tertarik untuk menggunakan cara konvensional yaitu amplop yang dianggapnya bisa membantu seseorang untuk mengelola keuangannya. "Ternyata cara kuno ini tetap menjadi cara yang sangat ampuh dan mudah bagi sebagian masyarakat kelas menengah ke bawah dalam mengatur keuangan," tulisnya.
Bagi Anda yang ingin belajar Manajemen By Amplop ini, dalam bukunya, Aidil memberikan bonus berupa tiga amplop dengan warna berbeda. Amplop berwarna merah untuk investasi. Amplop warna kuning untuk tabungan dana darurat, asuransi dan kebutuhan lainnya yang sifatnya jangka pendek. Dan amplop warna hijau untuk pengeluaran bulanan.
Ketiga amplop dengan warna berbeda itu memiliki urutan pengisian. Amplop berwarna merah wajib diisi terlebih dulu. Urutan kedua adalah amplop warna kuning dan yang terakhir amplop warna hijau. "Urutan tersebut tidak boleh diubah atau dilongkap-longkap," tulis Aidil menegaskan.
Bagaimana sudah siap menerapkan sistem manajemen by amplop?
(eny/hst)
Redaksi: redaksi[at]wolipop.com Informasi pemasangan iklan
hubungi :