Jakarta - Menikah muda jadi pilihan wanita yang kini berusia 30 tahun ini. Dia memang bercita-cita untuk melepas lajang di usia muda. Sayangnya pernikahan tersebut berujung cerai. Apa penyebabnya?
Melita, sebut saja namanya demikian. Dia memilih untuk menikah ketika usianya baru 19 tahun dan masih duduk di bangku kuliah. Saat itu, calon pasangannya pun berusia sama dan masih berstatus sebagai mahasiswa.
"Gue memang orientasi menikah muda. Pas ketemu sama dia, ngerasa ini orangnya. Kita juga pacaran sejak SMA," ujar wanita yang bekerja di sebuah maskapai penerbangan itu saat berbincang dengan wolipop Kamis (28/6/2012).
Melita yang pertamakali mengutarakan keinginan untuk menikah pada kekasihnya ketika itu. Saat diajak menikah, sang pacar sebenarnya siap tidak siap. Tapi karena kemudian kedua orangtua mendukung, akhirnya pernikahan pun digelar pada 20 Januari 2001.
Setelah menikah, Melita ikut sang suami tinggal di rumah mertua. Karena masih sama-sama kuliah, otomatis untuk masalah keuangan mereka masih dibantu oleh orangtua masing-masing.
Permasalahan dalam pernikahan Melita mulai timbul ketika pihak keluarga suaminya terlalu ikut campur. Keduanya menjadi sering bertengkar. Belum juga masalah terselesaikan pada 2003, dia dan suaminya terpaksa pindah ke kos-kosan. Melita merasa was-was dengan kondisi tersebut. "Karena kan harus apa-apa berdua. Takut untuk menghandle semuanya," ujarnya.
Kekhawatiran Melita itu ternyata terbukti. Setelah menetap di kos-kosan, dia dan suami jadi semakin sering bertengkar. "Pernah kejadian dia ninggalin gue," katanya.
Pertengkaran yang semakin sering terjadi itu membuat Melita dan suaminya jadi saling menutup diri. Ketika menceritakan permasalahan rumah tangganya itu pada keluarganya, salah seorang tante Melita menyarankan dia dan suaminya tinggal di sebuah apartemen. Kepindahan ke apartemen itu ternyata tetap tidak bisa menyelamatkan pernikahan Melita. Pada 2004, dia dan suaminya bertengkar hebat dan akhirnya mereka sama-sama merasa pernikahan tersebut sudah tidak bisa dipertahankan.
Di saat rumah tangganya retak itu, Melita diterima bekerja menjadi pramugari sebuah maskapai pada 2005. Kabar penerimaan kerja itu pun membuatnya merasa semakin yakin untuk berpisah dari sang suami.
"Problem arrive, dorongan dari keluarga juga untuk pisah. Keluarga mantan pun nggak treatgue well," tutur Melita menjelaskan alasan kenapa dia mantap untuk menerima pekerjaan ke luar negeri dan pisah dari suaminya.
Sibuk terbang ke berbagai negara, Melita dibantu keluarganya untuk mengurus perceraiannya. Baru pada 2007, dia dan sang mantan suami resmi berpisah.
Meski pernikahannya di usia dini gagal, Melita mengaku tidak menyesal. Karena saat itu dirinya memang ingin menikah muda dan yakin kekasihnya adalah pria yang tepat.
Jika dikilas balik, Melita merasa kegagalan pernikahannya terjadi karena dia sang suami sama-sama memiliki ego yang tinggi. Sehingga ketika bertengkar, tidak ada yang mau berkompromi.
"Materi juga jadi kendala. Cuma ngandelin uang dari keluarga gue dan keluarga dia," katanya.
Kini Melita sudah menikah lagi. Pastinya banyak pelajaran berharga yang didapatnya dari pernikahan sebelumnya, dan diharapkannya bisa jadi bekalnya menjalani pernikahan keduanya.
(eny/hst)
Redaksi: redaksi[at]wolipop.com Informasi pemasangan iklan
hubungi :