Rabu, 06/06/2012 07:30 WIB

Tips Mempersiapkan Anak Indonesia yang 'Life-Ready'

Victrin Christy - wolipop
Tips Mempersiapkan Anak Indonesia yang Life-Ready Dok. Image Dynamics
Jakarta - Di era globalisasi seperti sekarang ini, perkembangan zaman bergerak sangat cepat. Baik itu dari segi teknologi, pertumbuhan populasi hingga yang sifatnya lebih meluas, perdagangan bebas. Sumber daya manusia pun dituntut untuk bisa cepat beradaptasi dengan segala perubahan yang ada.

Untuk mempersiapkan generasi yang siap dengan tantangan dan perubahan zaman, diperlukan pola asuh yang juga tepat. Menurut psikolog Dra. Ratih Andjayani Ibrahim, segala perubahan yang terjadi di era globalisasi ini telah membawa orangtua dan anak-anak menghadapi berbagai tantangan salah satunya dalam bidang parenting.

"Beberapa aturan pola asuh zaman dulu belum tentu bisa diterapkan pada zaman sekarang. Itu yang menjadi salah satu tantangan yang dihadapi orangtua maupun anak-anak dalam bidang parenting," ujar Ratih, saat peluncuran program Dancow Parenting Center 2012: Modul Raising 'A Life-Ready' Generation di Hotel Indonesia Kempinski, Jakarta Pusat, Selasa (5/5/2012).

Bagaimana membentuk anak generasi 'Life-Ready', yaitu anak yang memiliki kompetensi individual dan sosial sehingga siap menghadapi tantangan perubahan zaman?

"Semakin muda disiapkan akan lebih baik, jadi dalam 10 tahun ke depan akan siap menghadapi era global. Membangun anak 'Life-Ready' adalah tugas orangtua. Maka orangtua juga harus siap menghadapi perkembangan zaman. Dia harus bisa membentuk anak yang matang secara sosial dan individual.

Kematangan individual mencakup tubuh anak yang sehat, mampu berpikir kreatif, berani dan tidak cengeng juga bisa memahami instruksi yang diberikan orang lain kepadanya. Sementara kematangan sosial adalah tumbuhnya rasa percaya diri, berani bertanya pada orang lain, mudah bergaul dan mau berbagi.

Agar tujuan membentuk anak yang memiliki kompetensi individual dan sosial, ada tiga hal yang harus dimiliki orangtua. Pertama, orangtua harus punya kesiapan emosional. Artinya, sang ibu dan ayah harus tahu bagaimana mengekspresikan rasa marah, senang, sedih atau kesal secara tepat dan mampu mencontohkannya kepada anak.

"Kedua education-ready. Orangtua harus kenal betul karakter dan pola belajar anak sehingga dia bisa memilih sarana edukasi yang tepat. Ketiga adalah lifestyle-ready, orangtua harus mampu mengikuti tren dan perkembangan zaman dari segala aspek kehidupan," tutur wanita yang telah berkarier sebagai psikolog selama 20 tahun ini.

Ratih merupakan salah satu dari sembilan ahli yang di bidangnya yang menyusun modul 'Life-Ready' yang diluncurkan Dancow untuk program Dancow Parenting Center (DPC). Program ini telah rutin diadakan tiap tahunnya sejak pertama kali dibentuk pada 2004.

Kesembilan ahli tersebut berasal dari bidang keilmuan yang berbeda. Di antaranya spesialis anak, psikologi anak dan orangtua, ahli nutrisi anak, nutrisi medik, spesialis kandungan dan ahli finansial keluarga. Nantinya modul tersebut bisa diakses melalui website sahabatnestle.co.id, Facebook, Twitter dan disosialisasikan melalui booth dan acara edukasi di sejumlah tempat.

“Membuat anak lebih sehat harus dimulai dari orangtuanya, kita memberikan edukasi kepada orang tua dalam psikologis maupun dalam pemberian nutrisi kepada anak,” ujar Prita, category marketing manager Dancow Growing-up Milk, ditemui wolipop usai acara.


(fer/fer)




Redaksi: redaksi[at]wolipop.com
Informasi pemasangan iklan
Hubungi sales[at]detik.com,
Telepon 021-7941177

Photo Gallery

Wolipop's Social Media

@ redaksi@wolipop.com