Jumat, 25/05/2012 15:46 WIB

Liputan Khusus

Kabar Gembira! Belanja Juga Bisa Jadi Investasi

Eny Kartikawati - wolipop

img
ist.
Jakarta - Menjadi shopaholic bukan berarti Anda harus selalu merugi karena uang terus habis untuk belanja. Para penggila belanja pun bisa tetap untung dengan berinvestasi barang idaman atau favorit. Bagaimana caranya?

Lisa Soemarto seorang financial planner dari Perencana Keuangan Akbar’s Financial Check-up (AFC) mengatakan, jadilah smart buyer agar tetap bisa untung meski Anda kecanduan belanja. "Pilihlah barang-barang yang punya nilai investasi. Entah itu barang fashion, tas, jam, emas berlian. Barang fashion yang memiliki nilai. Kalau dijual memang pasar secondarynya ada, masih memiliki nilai jual," jelas Lisa saat berbincang dengan wolipop melalui telepon Kamis (24/5/2012).

Shopaholic yang pintar seharusnya juga tahu acara sale mana saja yang sebaiknya perlu didatangi. Kalau memang ingin menjadi smart buyer, Anda tidak perlu mendatangi sale yang barangnya hanya dipakai sekali atau dua kali saja.

"Pilih sale barang-barang branded, seperti selendang Hermes. Boleh saja dikejar-kejar salenya karena masih memiliki nilai jual, ada pasarnya (kalau mau dijual lagi-red)," tutur Lisa.

Jika ingin berinvestasi dengan menjual barang branded yang sebelumnya dibeli, Lisa menyarankan, Anda harus rajin mengamati pasar barang bekas branded ini. Sekarang di internet ada cukup banyak online shopping yang menjual barang branded tapi second.

"Kalau memang seorang shopaholic sudah memutuskan untuk tetap belanja tapi dengan smart, dengan membeli barang-barang investasi, harus rajin mengikuti pasar secondary. Jadi tahu barang mana yang oke walaupun sudah beberapa tahun dipakai, harganya nggak turun," ujar wanita yang mengajar di School of Business Management Institut Teknologi Bandung itu.

Saran menjadi smart buyer ini juga diberikan Lisa pada kliennya yang shopaholic dan memiliki uang tidak terbatas untuk berbelanja. Selain disarankan untuk berinvestasi, peraih gelas master dari sebuah universitas di Prancis itu juga menyarankan jenis klien tersebut untuk selalu membuat budget belanja setiap bulannya. Menurutnya menetapkan budget ini tetap perlu dilakukan, meski si klien memiliki uang yang tidak terbatas.

"Sesuatu yang berlebihan kan bahaya juga. Sebanyak apapun uang, makin banyak belanjanya, makin besar juga uang yang dikeluarkannya," jelas Lisa. Kalau tidak memiliki budget, ditambahkan Lisa, orang tersebut bisa selalu over budget dalam berbelanja.

Dalam menetapkan anggaran, bagi shopaholic yang uangnya tidak terbatas ini, Lisa menyarankan, jangan malu-malu dalam membuat budget. Apabila Anda termasuk orang yang tidak hobi belanja di department store, tapi di butik barang-barang branded seperti Louis Vuitton dan Chanel, jangan tetapkan budget hanya jutaan rupiah per bulannya.

"Jangan malu-malu, langsung budgetkan puluhan juta. Kalau malu-malu, misalnya cuma boleh belanja Rp 10 juta, ternyata beli tas Rp 30 juta, kan sama saja (over budget)," tuturnya.



(eny/eny)


Redaksi: redaksi[at]wolipop.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi :
  • email : sales[at]detik.com


Silakan  atau daftar untuk mengirim komentar
Tampilkan Komentar di:        

Cari Penawaran Terbaik di Sini