Selasa, 15/05/2012 11:37 WIB

Liputan Khusus

Sebelum Anak Masuk Preschool, Latihan ke Toilet Dulu

Hestianingsih - wolipop
Sebelum Anak Masuk Preschool, Latihan ke Toilet Dulu Dok. Thinkstock
Jakarta - Tidak semua anak bisa langsung beradaptasi dan 'kerasan' saat masuk preschool untuk pertama kalinya. Ada beberapa tipe anak yang pemalu atau takut ketika harus berhadapan dengan orang lain yang belum dikenalnya.

Untuk memudahkan si kecil melalui hari-hari pertama sekolah, orangtua sebaiknya melakukan sejumlah persiapan. Apa saja persiapan itu?

1. Kunjungi Sekolah Sebelum Hari Pertama Masuk
Anak harus mengenal dulu situasi sekolah. Datang di hari pertama sekolah dengan keadaan bingung, tentunya tidak akan membantu. Praktisi pendidikan Najelaa Shihab menyarankan, anak harus datang dulu ke sekolah beberapa hari atau minggu sebelum hari pertama masuk sekolah. Ajak dia berkeliling untuk melihat kelas, berinteraksi dengan guru-guru, menyaksikan kegiatan anak-anak lainnya dan bagaimana mereka bertingkah laku di dalam sekolah. Kunjungan ini bisa dilakukan beberapa kali, tergantung kebutuhan.

"Kesan pertama untuk anak-anak sangat penting. Biar bagaimanapun anak yang datang dengan persiapan proses adaptasinya aka beda sekali dengan yang tidak ada persiapan. Anak perlu beberapa kali datang untuk tahu sekolahnya, kenal lokasi, kenal guru," terang wanita lulusan psikologi Universitas Indonesia ini, saat berbincang dengan wolipop di Four Seasons Hotel, Kuningan, Jakarta, Kamis (10/5/2012).

2. Biasakan Anak untuk Bermain Sendiri
Banyak anak di usia preschool yang memiliki kesulitan untuk beradaptasi sehingga memerlukan perhatian yang intens dan konstan. Namun ia tidak bisa selalu mendapatkan perhatian penuh. Oleh karena itu saat di rumah, biasakan anak untuk bisa bermain tanpa harus ditemani orang tua, pengasuh atau keluarga lainnya tapi tetap pastikan dalam pengawasan orang dewasa. Sebab saat di sekolah, interaksi anak dengan guru tidak bisa terus menerus one on one jika bukan sekolah privat.

"Di sekolah, justru kesempatan anak untuk belajar dan berbagi perhatian dengan orang lain sekaligus melatih kemampuan kemandirian," ujar Elaa.

3. Membentuk Basic Self Help
"Banyak orang tua suka lupa, belum tentu anaknya bisa mengurus diri sendiri dengan baik. Sebelum masuk sekolah dia harus dilatih bawa barang-barang sendiri, nggak ketinggalan, kemudian ke toilet sendiri," tutur wanita yang menjabat presiden direktur Sekolah Cikal ini.

Anak sebaiknya dilatih untuk memiliki kemampuan membantu diri sendiri (self help skill). Ia juga harus mampu bertahan dalam kelompok. Misalnya, tahu bagaimana bertanya atau minta izin. Karena menurut Elaa, tidak semua anak bisa melakukan hal itu.

4. Latih untuk Berani Mengungkapkan Keinginan
Menurut Elaa, banyak orang tua yang tidak mengajarkan anaknya untuk mengungkapkan apa yang dia mau dan rasakan. Penyebabnya, sewaktu di rumah seringkali orang tua sudah bertanya apakah si anak mau ke toilet sebelum dia merasakan ingin buang air kecil atau buang air besar. Atau ketika si anak belum merasa lapar, sudah ditawari atau disuruh makan.

"Ini bisa menjadi masalah saat di preschool. Ketika jam makan siang lebih lama dari jam biologis si anak yang biasanya, dia bisa nangis-nangis di sekolah karena lapar. Anak perlu diajarin, oh ini yang namanya lapar berarti aku bisa ngomong, Miss aku lapar. Jadi sama gurunya bisa dikasih snack lebih awal. Nggak semua anak punya kemampuan itu karena di rumah tidak dilatih," urai wanita yang mendirikan Sekolah Cikal bersama Dewi Soeharto, 13 tahun lalu ini.

5. Toilet Training
Yang perlu diingat, guru preschool bukanlah pengasuh tapi pendidik anak. Maka sangat penting bagi orang tua untuk melakukan toilet training pada anak agar dia tidak ngompol saat pelajaran dan mengganggu kegiatan belajar mengajar serta anak-anak lainnya. Tips mengajarkan toilet training pada anak, bisa disimak di sini.

6. Ajarkan Anak Berani Memperkenalkan Diri
Pada awal masuk sekolah, anak pasti merasa canggung bertemu teman-teman baru. Tapi bila sejak dini dilatih untuk bisa beradaptasi dan memperkenalkan diri, dia akan mampu melalui hari-hari pertama masuk tanpa kesulitan yang berarti.

"Beri pengertian padanya seperti, 'Nanti kalau di sekolah akan ada teman-teman baru, kamu bisa tanya: namanya siapa?, kamu punya adik atau enggak? Bisa seperti itu jadi dipersiapkan untuk berada dalam situasi itu," jelasnya.

(hst/hst)




Redaksi: redaksi[at]wolipop.com
Informasi pemasangan iklan
Hubungi sales[at]detik.com,
Telepon 021-7941177

Photo Gallery

Wolipop's Social Media

@ redaksi@wolipop.com