Jakarta - Memiliki tubuh sempurna, wajah unik berkarakter, kulit halus tanpa noda menjadi modal utama para model dalam bekerja. Meskipun kerap menjadi manekin bagi karya para desainer, tidak selamanya pakaian dapat terlihat menarik di tubuh model.
Kejadian ini contohnya, dapat menjadi pelajaran bahwa tubuh tinggi semampai belum tentu membuat sebuah busana terlihat bagus. Pada acara Met Ball yang diselenggarakan majalah Vogue, Senin (7/5/2012) di New York, Amerika, terlihat top model Anja Rubik bersama desainer gaun yang dipakainya, Anthony Vaccarello.
Model 28 tahun tersebut mengenakan busana panjang dengan detail cutout yang mengekspos area dada dan punggungnya. Dengan belahan di bagian kaki kiri yang cukup tinggi, kakinya terlihat sangat jenjang.
Seperti yang terlihat dari foto, ia terlalu banyak menampilkan kulit, sehingga tulang pinggulnya terekspos jelas. Meskipun tubuhnya kurus, banyak yang tidak menyukai tulang yang menyembul tersebut, karena terasa memilukan dan tidak sehat.
Satu hal yang paling salah adalah, ia tidak mengenakan celana dalam agar gaun tersebut terlihat sempurna. Apapun alasannya, acara pesta bukanlah panggung catwalk dimana seseorang menghindari memakai celana dalam agar sebuah gaun terlihat sempurna.
Pada kenyataannya, gaun tadi terlihat kebesaran di tubuh model asal Polandia itu. Terlihat dari tali di bagian pundak hingga bagian perut yang melorot ke bawah.
Mungkin sebagai model, Anja hanya menjalani tugasnya sebagai model, yakni mengenakan rancangan desainer. Namun di sini peranan desainer juga menentukan. Terlihat sang desainer mengorbankan estetika berpakaian si model agar bajunya terlihat bagus di matanya.
(fer/hst)
Redaksi: redaksi[at]wolipop.com Informasi pemasangan iklan
hubungi :