Jumat, 27/04/2012 09:26 WIB

Liputan Khusus

Lakukan Diet Karena Ingin Sehat, Bukan Demi Tubuh Langsing

Hestianingsih - wolipop

img
Dok. Thinkstock
Jakarta - Ketika manusia sudah menjalani pola makan sehat, maka dia tidak perlu mengikuti metode pelangsingan dengan ketat karena berat tubuh pun akan ideal dengan sendirinya. Itulah yang ditegaskan praktisi gaya hidup sehat dr Phaidon L. Toruan.

Cukup dengan rutin makan nasi merah dalam sebulan, Anda bisa turun berat badan dengan sendirinya tanpa harus mengurangi porsi. Dengan catatan, jika lauk pauknya tidak digoreng. Orang yang rajin makan buah-buahan segar pun, tubuhnya akan terasa lebih segar dan bugar.

"Orang yang makan karbohidrat kompleks dan menghindari makanan yang digoreng secara otomatis tubuhnya akan jauh membaik. Boleh saja seminggu sekali makan yang suka-suka tapi sebanyak mungkin pilih makanan sehat. Kesehatan adalah tanggung jawab kita 100 persen. Bukan keluarga, bukan teman, bukan dokter," ujar dr Phaidon saat ditemui wolipop di kawasan Kuningan, Jakarta Selatan, Rabu (25/04/2012).

Bagaimana cara menjalani pola hidup sehat, dengan 'bonus' mendapatkan tubuh yang lebih langsing dan ideal? Ini beberapa tips yang diberikan oleh dokter yang kerap menjadi pembicara dalam berbagai seminar tentang pola makan sehat ini.

Kurangi Karbohidrat Putih
Karbohidrat putih seperti nasi putih, roti putih, mie ayam, bubur ayam, lontong atau keripik kentang meningkatkan hormon yang dinamakan serotonin. Hormon ini menimbulkan perasaan senang dan nyaman, sehingga orang ingin makan lagi dan lagi.

"Efeknya hampir sama dengan heroin. Itu sebabnya ketika orang stres cenderung banyak makan karbohidrat putih atau white carb," ujar dr Phaidon.

Masalahnya, karbohidrat putih mudah sekali ditimbun menjadi lemak di dalam tubuh dan jika sudah berbentuk kemasan dalam konteks penjualan, biasanya dikombinasi dengan lemak trans. dr Phaidon menerangkan bahwa lemak trans terbentuk dalam minyak sayur yang digoreng dengan panas sangat tinggi dan ditambahkan vetsin agar makanan terasa lebih gurih. Orang pun mengonsumsinya berulang-ulang. Akibatnya, tubuh menjadi penimbun toksin.

Solusi jika ingin langsing dalam waktu cepat adalah mengganti karbohidrat putih dengan karbohidrat kompleks. Nasi merah, kentang (rebus), kacang-kacangan dan roti gandum termasuk dalam kelompok karbohidrat kompleks yang kaya serat.

Perbanyak Sayur & Buah
Vitamin dan mineral merupakan nutrisi yang kerap terlupakan dalam asupan makanan sehari-hari. Padahal, dua nutrisi ini sangat dibutuhkan untuk membantu proses pembakaran lemak. Efeknya akan lebih besar lagi jika buah atau sayur dikonsumsi secara mentah (tanpa dimasak) dan sebelum makan berat.

"Sayur dan buah segar yang dikonsumsi sebelum makan punya efek sebagai fat-blocker, mem-block lemak. Jadi ketika makan daging atau ayam yang kena minyak, dia mem-block lemak sehingga lemak yang masuk ke dalam tubuh tidak terlalu banyak," ujar bapak tiga anak ini.

dr Phaidon menjelaskan, lemak bisa masuk ke tubuh manusia saat berikatan dengan empedu. Jika ada cukup jumlah serat di dalam tubuh, maka serat yang akan berikatan dengan empedu, bukan lemak. Lemak pun tidak sempat berikatan dengan empedu sehingga langsung dibuang lewat sistem pencernaan dan tidak sempat terserap oleh tubuh. Ia menyarankan untuk mengonsumsi buah minimal tiga kali sehari.

Hindari Makanan yang Digoreng
Makanan yang digoreng sangat berpotensi menyimpan lemak trans yang bisa meningkatkan kolesterol dan menyebabkan penimbunan lemak berlebihan di dalam tubuh. Oleh karena itu, dr Phaidon menyarankan sebaiknya konsumsi makanan yang diolah dengan cara direbus, panggang, pepes, kukus atau sup.

Artikel Wolipop juga bisa dibaca melalui aplikasi Wolipop Android, iPhone. Install sekarang!
(hst/hst)


Silakan  atau daftar untuk mengirim komentar
Tampilkan Komentar di:        

Redaksi: redaksi[at]wolipop.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com