Selasa, 17/04/2012 14:13 WIB

Liputan Khusus

Dewi Rezer, Pionir Usaha Jual Beli Tas Branded Second Milik Artis

Ferdy Thaeras - wolipop

img
Dok. Bebelian
Jakarta - Berbicara tentang tas branded, tak terlepas dari kualitas yang terjaga dari waktu ke waktu. Meskipun sudah berganti kepemilikan, atau istilahnya menjadi barang second, tas branded asli memiliki daya jual yang tak kalah bersaing.

Mengetahui lebih banyak tentang produk tas second belum lengkap jika tidak berbincang Dewi Rezer, selebriti, ibu dan kini pengusaha tas branded second milik artis-artis Indonesia. Ia bersama partner bisnisnya, Sari, membuat sebuah situs belanja yang dinamakan Bebelian.com.

Dewi dan Sari yang menyukai tas meluncurkan situs belanja ini pada tanggal 10 Januari 2011 lampau. Dewi mengakui dari konsep, proses membuat situs, hunting tas artis, hingga meyakinkan mereka untuk menitipkan barang memakan waktu kurang lebih setahun.

Kini setelah berjalan setahun lebih, situs tersebut telah menaungi 30 artis dan melebar kategorinya hingga sosialita dan pengusaha. Rencananya nanti akan ada pula tas milik pengarah gaya/fashion stylist, mengingat banyak stylist yang memiliki banyak produk branded yang lucu modelnya.

Saat ditemui Wolipop di sebuah resto di bilangan Kuningan, Jakarta, Senin (16/04/2012), Dewi merasa begitu bahagia menjalankan bisnis pertamanya ini. Selain bisa menyalurkan hobi dan kecintaannya akan tas, bisnis ini juga membuat dirinya ingin terus melakukan pengembangan ke bisnis yang lain, seperti pakaian wanita. Itulah sebabnya ia bersyukur tidak menemui banyak hambatan dalam menjalankannya.

"Di Jakarta sudah ada 4-5 toko tas second, namun karena kita menjual secara online, maka harga jadi lebih murah. Kita pun jadi pionir penjual tas second asli milik artis Indonesia," tambahnya.

Dewi berkali-kali mengingatkan bahwa ia hanya menjual tas asli, bukan KW ataupun KW Super apapun namanya. Hal ini menjadi pertimbangan utama, karena jika mereka mengambil tas palsu, otomatis akan merusak kredibilitas nama si artis yang notabene menitipkan barang, hingga mereka berdua yang berperan sebagai penjualnya.

Tantangan yang dihadapi Dewi selama menjalankan Bebelian cukup beragam, mulai dari masih banyak orang yang belum kenal dengan sejumlah brand dunia (misalnya: Goyard, Balenciaga, Botkier), hingga banyak orang daerah yang tidak paham bahwa tas asli dari sebuah merek high-end harganya cukup mahal.

Ia pernah menemui seorang pelanggan yang menawar sebuah tas seharga Rp 5 juta menjadi Rp 300 ribu. "Emang ini tas kita beli di Bangkok? Antara mau ketawa dan sedih miris dengernya sambil ngurut dada," ujar Dewi lemas.


(fer/eny)


Silakan  atau daftar untuk mengirim komentar
Tampilkan Komentar di:        

Redaksi: redaksi[at]wolipop.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com