Kamis, 05/04/2012 18:30 WIB

Amankah Ibu Menyusui untuk Minum Kopi?

Eny Kartikawati - wolipop

img
dok. Thinkstock
Jakarta - Tidak sedikit ibu menyusui yang khawatir ketika ingin minum kopi. Apakah kopi ini aman untuk diminum? Akankah kopi nantinya mempengaruhi bayi jadi gelisah? Ini dia jawaban dari kekhawatiran tersebut.

Situs KellyMom dan Baby Center mengatakan, ibu menyusui boleh minum kopi asal tidak berlebihan. Selain kopi, minuman lainnya yang juga mengandung kafein adalah teh, soft drinks dan cokelat juga ada. Semua minuman tersebut sebaiknya tidak dikonsumsi terlalu banyak. Ketika ibu mengonsumsi sesuatu yang mengandung kafein, zat tersebut (biasanya kurang dari 1%) mengalir ke dalam darah dan berakhir di ASI.

Pada beberapa bayi yang belum berusia enam bulan, bisa lebih sensitif ketika ibunya mengonsumsi minuman yang mengandung kafein. Bayi yang baru lahir tubuhnya butuh waktu lebih lama dan sulit untuk mencerna kafein.

Ibu yang terlalu banyak mengonsumsi kafein, misalnya minum kopi lebih dari 2-3 cangkir, bisa menyebabkan ibu dan bayi atau hanya salah satu dari kalian, menjadi mudah marah, gelisah dan sulit tidur. Konsumsi kopi yang aman adalah tidak lebih dari 300 mg per hari. Hal itu tidak akan menyebabkan perubahan perilaku apapun pada bayi.

Namun ibu perlu ingat, setiap bayi berbeda. Kalau bayi terlihat gelisah ketika ibu mengonsumsi kafein, meski jumlahnya sedikit, sebaiknya stop melakukannya. Lihat dulu apakah memang ada perbedaan atau tidak ketika ibu mengonsumsi kafein dan saat sudah berhenti.

Apakah kafein mempengaruhi produksi ASI?

Mitos yang berkembang, kafein bisa mempengaruhi produksi ASI. Tapi sampai saat ini belum ada penelitian yang membuktikan kalau mitos itu benar. Hanya saja beberapa riset melihat ada pengaruh kurang baik kafein pada proses menyusui. Salah satunya penelitian dari Nehlig dan Debry pada 2004 yang mengatakan, minum kopi memang bisa menurunkan kandungan zat besi pada ASI.

Menurut penelitian tersebut, bayi yang terstimulasi kafein bisa merasa tidak nyaman ketika menyusu. Hal inilah yang dapat berdampak pada produksi ASI. Ketika bayi jadi malas menyusu, payudara ibu jadi tidak terstimulasi dan produksi ASI bisa menurun.

(eny/kik)


Artikel Wolipop juga bisa dibaca melalui aplikasi Wolipop Android, iPhone. Install sekarang!
Silakan  atau daftar untuk mengirim komentar
Tampilkan Komentar di:        

Redaksi: redaksi[at]wolipop.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com