Selasa, 27/12/2011 18:06 WIB

4 Cara Berargumen yang Bisa Hancurkan Hubungan Asmara

Hestianingsih - wolipop

Halaman 1 dari 2
img
Dok. Thinkstock
Jakarta - Setiap pasangan pasti pernah berdebat, tapi para ahli menyatakan, kata-kata yang Anda gunakan saat berargumen bisa memprediksi apakah hubungan asmara akan bertahan lama atau tidak. Para peneliti di Gottman Relationship Institute telah mengidentifikasi empat tipe argumen yang bisa menghancurkan hubungan Anda, seperti yang dirangkum Women's Weekly.

1. Si Korban dan Penyerang
Saat bertengkar, pasangan selalu memposisikan satu orang sebagai korban dan yang lainnya mendominasi atau agresif. Tipe argumen ini sering dicontohkan dengan kalimat seperti, "Kamu selalu jahat padaku! Aku tidak tahu apa kesalahanku hingga harus menerima perlakukan ini!" atau "Kalau kamu tidak bersikap menyedihkan begini, mungkin masalah ini tidak akan terjadi!"

Kenapa cara berargumen ini bisa menghancurkan hubungan? Pakar percintaan Dr Cecilia D'Felice menjelaskan bahwa setiap orang pasti marah jika dikatakan sesuatu yang tidak sesuai dengan diri mereka. Daripada bermain 'korban' dan 'penyerang', lebih baik tekankan bahwa Anda berdua punya pendapat dan pilihan sendiri yang harus dikomunikasikan secara bergantian. Saat berdebat, pilih kata-kata yang mengisyaratkan kalau sebenarnya tidak ada yang salah atau benar di antara kalian. Misalnya dengan mengucapkan, "Aku tidak mau jadi yang selalu membuat keputusan, bisakah kita berkompromi saja?"

2. Menghindar
Ketika berargumen, satu orang menolak untuk mendiskusikan masalah dan lebih memilih untuk pergi. Perkataan seperti, "Tidak ada yang harus aku katakan. Sebaiknya aku pergi saja".

Jika kekasih Anda termasuk tipe yang lebih suka diam ketika berdebat, mungkin Anda akan terpicu untuk memojokkannya sampai akhirnya emosinya meledak. Namun menurut Cecilia, itu adalah cara yang salah. Cobalah berbicara dengan suara yang tenang, seperti, "Kalau kamu terus bersembunyi dalam cangkangmu, kita tidak bisa membicarakan perasaan masing-masing.

Tapi jika Anda di pihak yang suka diam dan menghindar, Anda harus melihat bahwa argumen bisa menjadi solusi penyelesaian masalah. Cobalah untuk mendegarkan perasaan pasangan tanpa memotong perkataannya. Dengarkan hingga selesai, baru utarakan pendapat Anda.

3. Sikap Bertahan
Sikap defensif atau bertahan merupakan respon yang alami saat seseorang merasa di bawah tekanan. Tapi dalam berargumen, sikap bertahan tidak akan membuat permasalahan selesai. Jika Anda kerap berusaha melindungi diri dari kritikan dan menolak bertanggungjawab atas kesalahan yang telah Anda perbuat, maka sikap tersebut harus segera dihilangkan.Next

Halaman 1 2
(hst/hst)


Silakan  atau daftar untuk mengirim komentar
Tampilkan Komentar di:        

Redaksi: redaksi[at]wolipop.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com