Senin, 12/12/2011 11:42 WIB

Trik Menghadapi Bos Baru yang Menyebalkan

Hestianingsih - wolipop

Halaman 1 dari 2
img
Dok. Thinkstock
Jakarta - Setiap karyawan pasti ingin memiliki atasan yang menyenangkan, mudah diajak kerja sama dan bijaksana. Sayangnya, tak semua beruntung mendapat pemimpin yang sesuai harapan.

Mungkin di kantor yang sekarang, ada atasan baru yang arogan, otoriter, galak, dan punya sifat menyebalkan yang lainnya. Jangan terburu-buru menulis surat pengunduran diri karena tak tahan dengan perlakuan bos baru yang 'semena-mena'. Biar bagaimanapun, Anda harus mencoba menghadapinya dulu sebelum memutuskan keluar.

Menangani bos yang 'sulit' bisa membantu Anda untuk meningkatkan karir, meraih kesuksesan dan baik bagi kesehatan mental. Kenapa? Karena Anda akan belajar untuk bersabar, tenang menghadapi masalah dan otak jadi terlatih untuk berpikir cepat di bawah tekanan.

Lalu, bagaimana cara menghadapi bos yang galak dan menyebalkan? Berikut ini tipsnya, seperti dilansir All Women Stalk.

1. Profesional
Tahan emosi ketika atasan mulai bersikap 'Aku adalah raja' dan mencecar Anda dengan segudang tugas. Biar bagaimanapun menyebalkannya, dia tetap atasan Anda, dan Anda wajib menghormatinya. Jika pimpinan Anda adalah orang yang suka mencari-cari kesalahan karyawannya, cobalah berusaha bekerja atau menyelesaikan tugas kantor sebaik mungkin. Bersikap profesional akan mencegah Anda jadi sasaran amukan saat suasana hati atasan sedang tidak enak.

2. Buat Batasan
Bagaimana menghadapi atasan yang workaholic dan berpikir bahwa semua karyawannya juga harus mengikuti cara kerjanya? Anda bisa menolak perintah atasan jika sudah melebihi batas waktu kerja, tapi lakukan dengan cara yang sopan. Pertama, atasan Anda harus bahwa Anda tidak bisa menyelesaikan semua pekerjaan yang menumpuk hanya dalam 24 jam.

Jadi, jika atasan selalu 'menghadiahi' Anda dengan setumpuk tugas, dan kelihatannya pekerjaan semakin banyak dari hari ke hari, sampaikanlah rasa keberatan Anda. Bukan dengan cara menolak terang-terangan, karena Anda justru akan terlihat seperti karyawan yang pemalas. Ketika dia memberi Anda segudang tugas dan memerintahkan untuk selesai hari itu juga, tanyakan seberapa darurat tugas itu dan mana yang harus diselesaikan saat itu juga. Berikan pengertian bahwa ada pekerjaan yang bisa dikerjakan di lain hari, sehingga Anda bisa fokus pada pekerjaan yang sekarang.Next

Halaman 1 2
(hst/hst)


Silakan  atau daftar untuk mengirim komentar
Tampilkan Komentar di:        

Redaksi: redaksi[at]wolipop.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com