Rabu, 30/11/2011 08:16 WIB

Suami Selingkuh, Cerai atau Dimaafkan?

Eny Kartikawati - wolipop
Suami Selingkuh, Cerai atau Dimaafkan? Dok. Thinkstock
Jakarta - Perselingkuhan suami tentu saja jadi hal yang paling sulit Anda terima. Setelah peristiwa itu tak sedikit wanita yang mengalami dilema, cerai atau memaafkannya. Sebelum menentukan jawaban, berikut ini saran dari seorang psikoterapis.

Psikoterapis Elisabeth Joy LaMotte mengatakan, cukup banyak orang berpikir mereka akan segera mengakhiri sebuah pernikahan saat mengetahui pasangannya bercerai. Namun pikiran itu tak selamanya sejalan dengan kenyataan dan berbagai pilihan hidup yang ada.

Menurut Elisabeth yang sudah 15 tahun menjadi psikoterapis, ada cukup banyak kesalahpahaman soal perselingkuhan. Salah satu yang paling sering dipikirkan banyak orang adalah pernikahan akan hancur begitu salah satu orang yang terlibat di dalamnya berselingkuh.

Sebagai seorang terapis pernikahan, Elisabeth mengaku sudah banyak menerima klien, pasangan suami-istri dengan pernikahan bahagia, namun salah satu pihak berselingkuh. Beberapa kliennya ternyata tidak bercerai dan membuat pernikahan mereka menjadi lebih kuat, meski harus mengatasi kekecewaan pasca perselingkuhan tersebut.

Untuk Anda yang masih bimbang mengambil keputusan apakah bercerai atau memaafkan suami yang berselingkuh, penulis buku 'Overcoming Your Parents’ Divorce: 5 Steps to a Happy Relationship' itu memberikan beberapa saran mendasar. Saran yang diberikannya ini bisa menentukan apakah memang pernikahan Anda dan suami layak diselamatkan atau tidak. Hanya saja perlu diingat, tips berikut ini bukan solusi keseluruhan. Saran yang diberikan Elisabeth hanya untuk membantu Anda memiliki gambaran untuk menentukan apakah suami layak dimaafkan atau tidak.

Berikut ini sarannya, seperti dikutip dari Huffington Post:

1. Temui Terapis Pernikahan
Elisabeth menyarankan Anda untuk mencari terapis atau konsultan pernikahan yang berpengalaman. Hal itu karena perselingkuhan bisa menjadi suatu peristiwa yang traumatis. Oleh karena itu Anda dan suami butuh bantuan dan dukungan orang yang profesional. Kalau suami bersedia diajak menemui terapis, ini suatu pertanda yang baik. Jika tidak mau, tentu itu menjadi masalah yang perlu Anda pertimbangkan jika pada akhirnya mau memaafkannya.

2. Minta Pasangan Memutuskan Hubungan dengan Selingkuhannya
Ketika perselingkuhan itu sudah terungkap, segera minta pasangan untuk memutuskan hubungan dengan selingkuhannya. Hubungan tersebut, menurut Elisabeth, bukan hanya hubungan fisik. Jika ingin pernikahan Anda membaik, dia harus memutuskan semuanya, baik itu hubungan fisik, melalui alat elektronik dan sebagainya. Pastikan selingkuhannya itu benar-benar sudah dilupakan oleh suami.

Kalau ternyata selingkuhan suami berada satu kantor dengannya, tanyalah pada terapis pernikahan Anda bagaimana mengatasi tantangan itu. Mungkin saja Anda bisa meminta suami untuk pindah bagian atau membuatnya pulang cepat setelah jam kantor usai.

Ketika Anda dan pasangan memutuskan untuk bersama-sama menyelamatkan pernikahan, suami tentu harus bertindak kooperatif. Coba perhatikan, apakah dia mau memutuskan semua hubungan dan komunikasinya dengan si selingkuhan? Apakah suami mau jujur pada Anda saat selingkuhannya berusaha menghubunginya dan mendiskusikan bagaimana cara mengatasi hal itu? Jika suami benar-benar mau melakukan segalanya, itu suatu pertanda yang baik. Namun kalau ternyata dia memberikan banyak alasan saat diminta memutuskan semua komunikasinya dengan si selingkuhan, tentu Anda perlu mempertimbangkan lagi apakah memang benar dia layak dimaafkan.

Perselingkuhan pasangan memang hal yang sulit Anda lupakan. Namun bukan berarti pernikahan Anda juga bisa ikut hancur. Kalau pasangan Anda bersedia melakukan dua hal di atas dan berbagai cara untuk membuat pernikahannya dengan Anda kembali harmonis, tentunya itu jadi pertimbangan penting, apalagi jika kalian sudah memiliki anak.

(eny/eya)




Redaksi: redaksi[at]wolipop.com
Informasi pemasangan iklan
Hubungi sales[at]detik.com,
Telepon 021-7941177

Photo Gallery

Wolipop's Social Media

@ redaksi@wolipop.com