Selasa, 11/10/2011 18:34 WIB

Berapa Jarak Ideal Antara Anak Pertama dan Kedua?

Eny Kartikawati - wolipop

Halaman 1 dari 2
img
Dok. Thinkstock
Jakarta - Setelah melahirkan anak pertama, beberapa pasangan ingin langsung segera punya anak kedua. Namun tak sedikit juga pasangan yang memilih memberikan jarak cukup lama. Sebenarnya berapa jarak yang ideal?

Memiliki anak dengan jarak yang berdekatan atau berjauhan sama-sama memiliki keuntungan. Hanya saja, Anda perlu pahami dulu kalau anak-anak di masa tiga tahun pertamanya butuh perhatian yang tinggi.

Anak-anak di masa bayi dan balita, harus benar-benar diawasi dan butuh tanggungjawab besar untuk merawatnya. Jika Anda dan suami punya dua anak di bawah usia tiga atau dua tahun, tentu saja tanggungjawabnya sangat besar dan harus terus dilakukan. Tidak sedikit orangtua yang merasakan kelelahan luar biasa di masa-masa tersebut. Mereka juga merasa kehilangan kesempatan untuk menikmati perkembangan masing-masing anak.

Sedangkan kelebihan jika anak Anda jaraknya berdekatan adalah Anda jadi tidak perlu beradaptasi lagi saat baru punya bayi. Anda sudah bisa langsung menyesuaikan diri untuk segala hal mulai dari keperluan bayi, bagaimana perawatannya dan pengasuhannya.

Kakak-adik yang jaraknya berdekatan juga bisa tidak terlalu lama merasakan kalau mereka adalah anak satu-satunya. Keuntungan lain dari anak dengan jarak berdekatan adalah mereka bisa punya ketertarikan yang sama dan menjadi teman bermain.

Bagaimana dengan keuntungan memiliki anak yang jaraknya berjauhan? Seperti dikutip dari babycenter, berikut beberapa keuntungannya:

1. Orangtua jadi memiliki lebih banyak kesempatan dan waktu untuk mengenal anak sebelum kelahiran anak berikutnya.
2. Anda jadi punya kesempatan untuk melangsingkan tubuh sebelum hamil lagi.
3. Anda jadi punya waktu untuk menikmati 'me time' sebelum kembali disibukkan dengan bayi.
4. Memiliki anak yang usianya lebih tua beberapa tahun dari adiknya artinya si kakak sudah sedikit bisa mengurus dirinya sendiri dan tidak terlalu iri pada adik bayinya.
5. Kakak bisa lebih memahami si adik. Si adik akan senang belajar dan bermain dengan si kakak. Sedangkan si kakak bisa belajar untuk mengasuh atau bertanggungjawab pada si adik.Next

Halaman 1 2
(eny/eya)


Artikel Wolipop juga bisa dibaca melalui aplikasi Wolipop Android, iPhone. Install sekarang!
Silakan  atau daftar untuk mengirim komentar
Tampilkan Komentar di:        

Redaksi: redaksi[at]wolipop.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com