Jumat, 15/07/2011 12:49 WIB

Ketimbang Seks, Wanita Lebih Suka Main Game

Eny Kartikawati - wolipop
Ketimbang Seks, Wanita Lebih Suka Main Game Dok. Thinkstock
Jakarta - Selama ini aktivitas main game identik dengan pria. Namun sebuah survei baru mengungkap sebaliknya. Wanita pun kini suka main game. Malah mereka sampai mengabaikan seks.

Dikutip dari Daily Mail, survei tersebut dibuat oleh merek keripik Doritos dalam rangka launching game Doritos Dip Desperado. Dalam survei itu terungkap, saat ini bukan hanya pria, wanita pun banyak yang kecanduan main game di internet.

Survei Dorito itu menemukan bahwa 50% pria mengakui kalau mereka cukup rutin main game di internet. Mengejutkannya, ternyata jumlah wanita yang melakukan hal serupa tidak berbeda jauh, sebanyak 49%.

Saat sudah asyik bermain game, pria bisa menghabiskan 22,3% dari waktunya untuk aktivitas tersebut. Sementara wanita lebih tinggi, mereka menghabiskan 23,2% waktunya berselancar di dunia maya untuk main game.

Studi tersebut juga menunjukkan wanita sudah sangat kecanduan main game, seperti pria. Bahkan sebagian besar responden wanita mengaku mereka lebih memilih menghabiskan waktu main game ketimbang bercinta dengan pasangannya.

1 dari 5 wanita bahkan mengaku mereka secara rutin bermain game di tempat tidur. Tak hanya itu, wanita yang sudah kecanduan ini juga lebih memilih main game ketimbang belanja.

Survei Doritos tersebut juga mengungkapkan game apa saja yang disukai pria dan wanita. Kalau pria mereka lebih suka game perang atau aksi. Sedangkan wanita lebih memilih game yang membuat mereka berpikir.

Seperti wolipop beritakan sebelumnya, fenomena pasangan kecanduan internet untuk main game atau sosial media ini memang kini sedang terjadi. Untuk wanita, jika pasangannya terlalu sibuk dengan dunia maya, si wanita disebut 'janda internet'.

Menurut penelitian, ada 15% pasangan yang bercerai karena pasangannya lebih mementingkan bermain games ketimbang bercengkarama dengan pasangannya.

Sementara itu survei lainnya juga menunjukkan kalau Facebook merupakan penyebab 1 dari 5 perceraian. Survei terbaru dari Divorce Online menemukan, kata 'mobile phone atau handphone' muncul dalam 1 dari 8 penyebab perceraian.

Psikoterapis dan pakar hubungan Paula Hall mengatakan, teknologi memang tidak sampai merusak pernikahan dengan perselingkuhan. Tapi teknologi menghasilkan sikap menyebalkan seperti pasangan jadi terlalu lengket dengan handphonenya. Hal itu nantinya menimbulkan efek korosif atau merusak.

"Orang jadi merasa ingin terus berhubungan dengan dunia luar sepanjang hari. Ini berefek pada kualitas yang mereka habiskan dengan pasangan mereka," tutur Hall.

(eny/hst)




Redaksi: redaksi[at]wolipop.com
Informasi pemasangan iklan
Hubungi sales[at]detik.com,
Telepon 021-7941177

Photo Gallery

Wolipop's Social Media

@ redaksi@wolipop.com