Rabu, 22/06/2011 17:08 WIB

Pertimbangkan Hal Ini Sebelum Nikahi Duda Beranak

Eya Ekasari - wolipop

img
Dok. Thinkstock
Jakarta - Pernahkah terpikirkan oleh Anda menikahi duda yang sudah memiliki anak? Walau si dia merupakan pria yang baik, tampan dan sangat mencintai Anda, ada beberapa hal yang perlu diperhatikan sebelum menikahinya, seperti yang dikutip dari The knot.

Apa yang Anda rasakan mengenai sang anak?
Beberapa orang tidak begitu menyukai anak-anak dan orang macam itu tidak ingin berada terlalu dekat dengan mereka, apalagi berperan sebagai orang tuanya. Jika Anda termasuk orang yang belum siap memiliki anak, sebaiknya pikirkan kembali keputusan Anda sebelum masalah anak ini menjadi konflik tebesar.

Namun jika Anda tipe orang yang menyukai anak kecil, yang perlu dipikirkan adalah apakah Anda akan mencintai anak-anak tersebut seperti anak Anda sendiri? Mungkin terdengarnya kejam, tapi ada kemungkinan Anda dan si kecil memiliki perbedaan pendapat dan ditambah status mereka yang 'bukanlah anak kandung Anda'.

Apa yang dirasakan anak-anaknya mengenai Anda?
Perceraian adalah hal yang sulit, namun pernikahan lebih sulit diterima oleh anak-anak. Kebanyakan anak merasa cemburu ketikan sang ayah atau ibunya menemukan pasangan hidup lain, dan mereka sering merasa Anda akan mengambil orang tuanya dari mereka. Kenyataan yang terberat adalah ketika mereka mengaku membenci Anda karena berpikir Anda mencoba menggantikan orang tua mreka sendiri.

Walau sulit dihadapi, emosi sang anak ini merupakan hal yang normal. Cara terbaik untuk menangani situasi ini adalah dengan rajin berkomunikasi. Mengabaikan rasa cemburu mereka dan terus merencanakan pernikahan hanya akan membuat keadaan semakin parah. "Anak-anak bisa menjadi penyabotase yang sangat sukses," ujar Dr. Larry Nadig, seorang terapis keluarga di Glendale, California.

Seberapa besar tanggung jawab menjadi orang tua tiri?
Cari tahu seberapa besar haparan pasangan terhadap Anda saat menjadi orang tua anaknya. Apakah Anda diharapkan untuk memasak setiap hari untuk seluruh keluarga, membacakan cerita untuk si kecil, mendisiplinkan anak-anak dan mengantar mereka ke sekolah? Cari tahu dengan pasti apa yang menjadi tanggung jawab Anda, dan kemudian tanyakan pada diri apakah Anda siap melakukan semua tanggung jawab itu?

Apakah Anda siap jika si dia tetap berhubungan dengan sang mantan istri?
Tentu saja si dia memiliki mantan yang akan terus berhubungan demi anak-anak mereka dan ini sangat menyakitkan. Bayangkan apakah Anda siap melihat mereka sekeluarga pergi liburan dan Anda merasa sebagai 'outsider' atau saat acara pengambilan rapot dan membahas mengenai masalah anak mereka berdua saja? Ingat, sang mantan istri ini selalu akan menjadi bagian dalan kehidupan dan hubungan Anda.

Apakah Anda tidak masalah jika tidak selalu menjadi prioritas utamanya?
Menjadi orang nomor satu di kehidupan si dia hanya akan berlangsung selama persiapan pernikahan dan bulan madu saja. Sisanya, sang anaklah yang menjadi prioritasnya. Misalnya, saat Anda ingin berlibur di sebuah resort romantis, si dia akan lebih memilih Disneyland atau taman bermain demi anak-anaknya. Bukannya menakut-nakuti, tetapi Anda harus sadar bahwa setelah menikah dengan si dia, fokus dan pikirannya tidak hanya tercurah untuk Anda saja.


Artikel Wolipop juga bisa dibaca melalui aplikasi Wolipop Android, iPhone. Install sekarang!
(eya/hst)


Silakan  atau daftar untuk mengirim komentar
Tampilkan Komentar di:        

Redaksi: redaksi[at]wolipop.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com