Senin, 20/06/2011 18:30 WIB

Tips Memerah & Menyimpan ASI

Eny Kartikawati - wolipop
Tips Memerah & Menyimpan ASI Dok. Thinkstock
Jakarta - ASI perah merupakan salah satu elemen penting yang mendukung ibu agar sukses memberikan bayi ASI eksklusif. Bagaimana caranya memerah ASI dan menyimpannya? Berikut ini panduannya untuk Anda.

Tips ini diberikan oleh Asosiasi Ibu Menyusui Indonesia (AIMI). Dalam memberikan tipsnya, AIMI merekomendasikan memerah dengan tangan karena praktis dan lebih efektif.

Sebelum membahas langkah-langkah memerah, ibu perlu memahami apa sebenarnya manfaat ASI perah (ASIP). ASI sebaiknya diperah agar payudara ibu tidak membengkak. Selain itu memerah juga bisa mempertahankan produksi ASI. ASIP pun berperan penting saat ibu harus berpisah dengan bayi. Ibu yang harus memerah ASI-nya biasanya mereka yang harus kembali bekerja setelah melahirkan. Kapan sebaiknya mulai memerah?

"Kita sarankan sedini mungkin. Perahnya sesempatnya dia, bisa di antara waktu menyusui atau ketika sedang menyusui," saran Ketua Asosiasi Ibu Menyusui Indonesia (AIMI) Mia Sutanto saat berbincang dengan Wolipop di kawasan Cilandak Barat, Jakarta Selatan.

Dalam memerah ASI, peralatan yang dibutuhkan adalah:
- Pemerahan cukup dilakukan dengan tangan sehingga Anda tidak perlu membawa alat pompa.
- Gelas penampung.
- Botol penyimpan. Botol ini bisa berupa botol kaca, botol plastik atau plastik ASI.
- Label dan spidol.
- Kulkas/termos es dan blue ice. Blue ice bisa dibeli di toko yang menjual perlengkapan bayi atau toko seperti ACE Hardware.

Setelah peralatan yang dibutuhkan tersedia, kini saatnya belajar bagaimana memerah:
1. Letakkan ibu jari 3 cm di atas puting dan jari telunjuk dan tengah di 3 cm di bawah areola (bagian berwarna gelap di payudara), membentuk huruf C.
2. Dorong payudara ke arah dada tanpa mengubah posisi jari.
3. Lanjutkan dengan gerakan ke depan, memijat jaringan di bawah areola sehingga memerah ASI dalam saluran ASI. Lakukan gerakan ini sampai pancaran ASI berkurang.

Saat memerah ASI, hindari meremas puting karena dapat menyumbat saluran payudara. Jangan juga menarik puting karena bisa lecet.

ASI yang sudah diperah, ditaruh di botol atau plastik penyimpanan. Isi botol penyimpanan maksimal 3/4 botol. Jangan lupa untuk menutup botol atau plastik dengan rapat. Sebelum ditaruh di kulkas, beri label nama, tanggal dan jam memerah ASI pada setiap botol. Setelah itu baru masukkan ke tempat penyimpanan yang sesuai. Jika dibekukkan, masukkan dulu ke dalam kulkas selama 30 menit, baru dimasukkan ke freezer.

Berapa lama ASIP mampu bertahan? ASI segar yang baru diperah dan disimpan di freezer dengan suhu -15 derajat celcius bertahan dua minggu. Kalau ditaruh di freezer lemari es dua pintu bersuhu -18 derajat celcius bisa bertahan 3-6 bulan. Sedangkan jika diletakkan di lemari es khusus freezer ASIP mampu bertahan 6-12 bulan.

Selamat mencoba!


(eny/eny)




Redaksi: redaksi[at]wolipop.com
Informasi pemasangan iklan
Hubungi sales[at]detik.com,
Telepon 021-7941177

Photo Gallery

Wolipop's Social Media

@ redaksi@wolipop.com