Senin, 06/06/2011 08:02 WIB

Ini Dia, Makanan Penghancur Lemak

Hestianingsih - wolipop
Halaman 1 dari 2
Dok. Thinkstock
Jakarta - Tidak hanya olahraga saja yang bisa membakar lemak. Beberapa makanan tertentu, juga disebut-sebut efektif membantu penghancuran lemak dan membuat tubuh lebih ramping.

Dikutip dari Genius Beauty, sejumlah penelitian telah mengungkap enam makanan yang efektif membakar lemak. Tapi para peneliti menekankan, hasilnya tidak serta merta langsung terlihat dalam waktu singkat. Perlu kesabaran dan ketelatenan untuk dapatkan hasil yang diinginkan.

Apa saja makanan yang direkomendasikan sebagai penghancur lemak? Ini dia!

1. Pir
Buah pir sangat rendah kalori dan kaya akan serat. Selain itu, buah ini juga mengandung catechin dan flavonoid, dua antioksidan yang mampu menghancurkan lemak hewani (yang biasanya menumpuk di area perut). Konsumsilah buah pir setiap hari, dengan cara yang Anda sukai; dijus atau dimakan mentah. Anda bisa memakannya sebelum sarapan, makan siang atau makan malam.

2. Popcorn
Berondong jagung, atau populer disebut popcorn ternyata tidak hanya menjadi camilan favorit saat nonton di bioskop. Popcorn yang tidak ditambahkan pemanis atau garam juga bisa Anda jadikan makanan untuk diet.
Jagung termasuk dalam kelompok biji-bijian utuh seperti gandum utuh, buckwheat atau beras merah yang mengandung karbohidrat kompleks --yang perlu waktu lama dicerna tubuh sehingga perut terasa kenyang lebih lama. Gantilah keripik kentang, cookies atau kraker dengan popcorn sebagai camilan Anda. Tapi ingat, jangan tambahkan garam, gula atau mentega.

3. Kentang Dingin
Jika ingin mengganti nasi sebagai karbohidrat dengan kentang rebus, sebaiknya jangan dimakan saat panas atau baru matang. Kenapa? karena kentang dingin mengandung glymecic index lebih rendah dibandingkan kentang panas.

Glycemic Index (GI) adalah ukuran dari dampak karbohidrat pada tingkat gula darah. Dengan rendahnya GI dalam sebuah karbohidrat, maka makanan tersebut akan lebih lama diproses oleh tubuh sehingga kadar glukosa dalam darah dapat dipertahankan dalam batas normal. Sebaliknya, makanan dengan GI yang tinggi akan membuat glukosa dalam darah meningkat tajam dan turun dengan tajam pula. Singkatnya, makanan dengan GI rendah akan membuat perut merasa kenyang lebih lama. Hal ini tentunya sangat baik untuk menghindari makan berlebihan. Next »

Halaman 1 2




Redaksi: redaksi[at]wolipop.com
Informasi pemasangan iklan
Hubungi sales[at]detik.com,
Telepon 021-7941177

Photo Gallery

Wolipop's Social Media

@ redaksi@wolipop.com