Q&A
Kirim Pertanyaan dengan ID : Facebook facebook twit Twitter anim Anonymous
konsultan
Konsultasi Seks bersama:
Dr. Vanda Mustika

Rabu, 30/03/2011 13:14 WIB

KB Yang Aman

img
KB Yang Aman
Jakarta - Dear Wolipop, apakah KB yang paling aman? Dulu saya pakai KB suntik selama tiga bulan tapi haid saya tidak teratur, kemudian saya ganti KB suntik yang satu bulan tapi haid saya juga tidak teratur. Dan sekarang saya pakai KB pil Microgynon. Alhamdulillah haidnya teratur. Tapi kenapa ya berat badan saya malah semakin naik tiap bulannya dan juga saya merasa gairah seks saya juga menurun. Terus gimana KB yang aman dan tidak berefek samping? Kalau untuk pil KB yang bagus dan tidak berefek samping apa? (Feri Diana)

Terdapat berbagai metode kontrasepsi yang sifatnya alamiah, mekanik maupun hormonal. Kontrasepsi yang bersifat alamiah misalnya metode pantang berkala (sistem kalender) atau ejakulasi di luar vagina, kedua kontrasepsi ini tentunya memiliki risiko yang paling besar untuk dapat terjadinya kehamilan, namun dapat dipilih jika tidak ada metode kontrasepsi lain yang dapat digunakan. Kontrasepsi mekanik misalnya kondom ataupun spiral, kontrasepsi ini memiliki risiko terjadi kehamilan yang lebih kecil jika digunakan dengan tepat. Kontrasepsi hormonal dapat berbentuk suntikan, pil maupun implan. Kontrasepsi hormonal bekerja dengan mengubah kadar hormon tubuh sehingga tidak terjadi ovulasi (keluarnya sel telur) dan tidak terjadi kehamilan. Oleh karena kontrasepsi ini bersifat hormonal sedangkan kadar hormon tidak sama pada setiap penggunanya, maka efek dari kontrasepsi ini sangat bervariasi untuk setiap individu. Selain itu efek samping dari hormon yang dimasukkan ke dalam tubuh juga bervariasi, ada yang mengeluhkan sakit kepala, keluar flek perdarahan, siklus menstruasi yang tidak teratur, penurunan libido (gairah seksual), timbul bercak kehitaman pada wajah, mual, dan sebagainya. Keluhan ini tidak sama pada setiap penggunanya, bahkan ada yang sama sekali tidak memiliki keluhan. Kontrasepsi hormonal ini juga mempengaruhi metabolisme karbohidrat dan lemak dalam tubuh, sehingga normalnya seorang pengguna kontrasepsi hormonal terutama suntik progesteron mengalami peningkatan berat badan, namun peningkatan berat badan ini normalnya hanya dua kilogram per tahunnya. Setiap metode kontrasepsi memiliki efek samping dan risiko kegagalan yang berbeda-beda, dan bersifat sangat individual. Sebaiknya Anda berkonsultasi langsung dengan dokter atau bidan untuk mendapatkan metode kontrasepsi yang aman dan memberikan efek samping yang paling sedikit bagi Anda. (Dr. Vanda Mustika)
(was/was)


Artikel Wolipop juga bisa dibaca melalui aplikasi Wolipop Android, iPhone. Install sekarang!
Silakan  atau daftar untuk mengirim komentar
Tampilkan Komentar di:        

Redaksi: redaksi[at]wolipop.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com


Konsultan

Konsultasi Diet & Fitness

Bersama :

Dr. Phaidon Toruan

Konsultasi Cinta

Bersama :

Ratih Ibrahim

Konsultasi Seks

Bersama :

Dr. Vanda Mustika

Konsultasi Tarot

Bersama :

Rani Dharma

info sale