Selasa, 21/09/2010 18:42 WIB

Penyebab Haid Tidak Lancar

Eya Ekasari - wolipop

img
Dok. Thinkstock
Jakarta - Sebagian wanita mengalami siklus haid yang tidak lancar. Haid terkadang terjadi tiga bulan sekali bahkan ada yang mengalami setahun sekali.

Menurut dr. Vanda Mustika, konsultasi seks wolipop, mengatakan bahwa haid yang normal siklusnya berkisar antara 20 hingga 40 hari dan berlangsung selama dua hingga delapan hari.

Siklus tersebut terjadi akibat adanya sejumlah hormon yang beredar dalam tubuh dalam suatu siklus tertentu. Siklus hormon tersebut merupakan hasil dari suatu kerjasama antara otak kita, kandung telur, kelenjar-kelenjar di otak, serta kelenjar tiroid. Sehingga bila terjadi gangguan dalam peredaran hormon-hormon tersebut maka akan mengakibatkan terganggunya siklus menstruasi.

Banyak hal yang dapat mempengaruhi peredaran hormon tersebut, hal yang cukup sering terjadi adalah stres fisik maupun emosional. Sehingga biasanya saat tubuh seseorang sedang dalam keletihan ataupun sedang mengalami masalah psikologis yang cukup berat dapat mengalami gangguan siklus menstruasi.

Namun biasanya gangguan menstruasi ini bersifat sementara. Penyebab gangguan siklus menstruasi yang lain misalnya berat badan yang terlalu berlebih atau berat badan yang terlalu rendah. Gangguan berat badan ini dapat menyebabkan gangguan dalam metabolisme lemak yang akan mempengaruhi kadar estrogen dalam tubuh.

Penyebab lain gangguan siklus haid adalah ketidakseimbangan hormonal. Hal ini disebabkan karena adanya gangguan di organ-organ penghasil hormon di atas, namun kadangkala tidak bisa ditentukan penyebabnya. Untuk mengetahui adanya ketidakseimbangan hormonal ini perlu dilakukan pemeriksaan kadar berbagai jenis hormon di laboratorium.

Jika Anda termasuk wanita yang memiliki siklus haid dengan rentan waktu yang cenderung lama, biasanya hal seperti itu terjadi dengan tidak didahului oleh keluarnya sel telur. Sebaiknya, cari tahu penyebab gangguan siklus menstruasi tersebut agar dapat diatasi dan sistem reproduksi kembali sehat. Anda dapat menghubungi dokter kebidanan untuk berkonsultasi lebih lanjut.

(eya/eya)


Silakan  atau daftar untuk mengirim komentar
Tampilkan Komentar di:        

Redaksi: redaksi[at]wolipop.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com