Senin, 17/10/2005 12:50 WIB

Teman Tapi Mesra!

Puteri Fatia - wolipop

img

Jakarta - Kata-kata tersebut pastinya sudah nggak asing lagi. Hubungan yang berawal dari teman tak sedikit yang berlanjut menjadi cinta. Tapi jika jalannya salah, yang inginnya mesra malah jadi sengsara. Waduh! Dari teman jadi pacar bukanlah hal yang aneh lagi. Tak sedikit film ataupun lagu yang berkisah tentang jenis percintaan ini. Sebenarnya jalur ini merupakan salah satu jalur ideal untuk mencari cinta. Lewat berteman, pribadi-pribadi yang tak sesuai akan tersisih dan yang cocok akan semakin melekat di hati. Seorang sahabat pastinya juga saling percaya, jujur, dan punya komunikasi yang baik. Tiga hal tadi bisa membuat hubungan cinta semakin mantap. Tapi hubungan ini memang sulit untuk diwujudkan terutama untuk memulainya. Kedua pihak pastinya sama-sama takut membahayakan hubungan yang selama ini sudah berjalan dengan baik. Rahasia sukses untuk meng-upgrade status pertemanan anda menjadi pacar adalah, jangan tergesa-gesa. Lakukan dengan santai, perlahan, dan tenang. Tujuan awal anda adalah membuat si target sering menghabiskan waktu berdua dengan anda. Perlahan, status teman mulai bergeser menjadi teman dekat. Pada tahap ini anda harus bersabar. Jangan dulu melakukan hal-hal yang bisa membahayakan usaha anda. Intinya, kedua pihak harus merasa nyaman terlebih dahulu. Jangan melakukan hal-hal yang mencurigakan misalnya, mengajak makan malam di restoran yang romantis atau menonton film-film cinta. Sebagai awalan, ajak target untuk menonton film-film komedi atau film-film yang menjadi kesukaan anda berdua. Setelah itu, jangan langsung beranjak ke makan malam yang romantis. Agar keduanya tetap nyaman dan nggak salah tingkah, restoran fast food atau cafe yang cozy bisa jadi pilihan. Nah, jika situasinya mulai 'aman' dan kedua pihak mulai merasa nyaman satu sama lain barulah maju ke tahap selanjutnya. Jika dulu film komedi, sekarang film-film romantis bisa jadi pilihan. Makan malam ditemani temaram lilin juga sudah boleh mulai dicoba. Lalu, lihat reaksinya. Jika semuanya berjalan baik-baik saja dan tak ada perubahan dari dia maupun anda, maka artinya ada sinyal positif. Apalagi jika sentuhan ringan seperti gandengan tangan dan peluk hangat anda diterima dengan senang oleh dia. Sebelum menyatakan cinta, anda harus yakin anda tak salah menanggapi reaksi darinya. Caranya, coba langkah ini: Tanya Teman Dekat Di luar anda berdua pasti ada teman lain yang juga sepermainan. Biasanya, teman-teman tersebut sering dijadikan ajang curhat atau berperan sebagai perantara. Kenali teman yang kira-kira menjadi tempat curhat target. Jika si teman itu bukan termasuk orang yang 'ember' alias senang menyebarkan gosip, maka anda bisa mempercayai dia. Dekati pelan-pelan dan tanya padanya apakah si dia pernah membicarakan anda. Informasi yang diberikan biasanya bisa dipercaya. Kecuali, yang anda mintai informasi adalah saingan anda. Jangan Terlalu Ngotot Jaga diri anda. Jangan terlalu sering menujukan perasaan anda di depan dia dan teman-teman. Sesekali tidak apa-apa, kalau terlalu sering nanti dia akan bosan dan merasa terganggu. Jangan Banyak Omong Daripada dicap gombal lebih baik kurangi ekspresi cinta anda dari omongan belaka. Perhatian dan tindakan nyata akan lebih berarti dan lebih diingat olehnya. Jujur Ketika anda siap mengutarakan perasaan, usahakan untuk berbicara dengan jelas dan jujur. Jangan sekedar menyatakan cinta, tapi juga ceritakan bagaimana perasaan itu bisa timbul di hati anda. Cari suasana dan tempat yang mendukung. Jangan sampai hanya gara-gara salah ucap dan kondisi yang tak tepat, usaha anda selama ini langsung berantakan.
Artikel Wolipop juga bisa dibaca melalui aplikasi Wolipop Android, iPhone. Install sekarang!
(fta/)



Redaksi: redaksi[at]wolipop.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com